Soal Porter Hampir Ikut Terbang, Citilink Sebut Ada Miskomunikasi

Kompas.com - 31/10/2017, 18:00 WIB
Calon penumpang memasuki ruang tunggu keberangkatan di Terminal 2 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (1/3/2015). KOMPAS / IWAN SETIYAWANCalon penumpang memasuki ruang tunggu keberangkatan di Terminal 2 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (1/3/2015).
|
EditorErlangga Djumena

SURABAYA, KOMPAS.com - Maskapai Citilink Indonesia mengaku sudah melakukan penyelidikan atas peristiwa porter Bandara Internasional Juanda yang hampir terbawa terbang ke Bandung dari Surabaya, Minggu (29/10/2017) lalu.

Dari penyelidikan tersebut muncul dugaan adanya miskomunikasi di antara para petugas yang terlibat dalam proses tersebut.

"Sudah dilakukan corrective action dari peristiwa tersebut dengan penyelidikan. Ada dugaan peritiwa tersebut muncul karena adanya miskomunikasi loading manager, porter dan pihak keamanan," kata Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia, Benny S Butarbutar, dikonfirmasi, Selasa (31/10/2017).

Dia mengatakan, penerbangan QG 824 menuju Bandung saat itu membawa 159 penumpang. Menurut jadwal berangkat dari Bandara Internasional Juanda pada pukul 14.20 WIB.

Baca juga : Tertinggal di Bagasi, Porter Nyaris Dibawa Terbang Pesawat di Bandara Juanda

Namun sebelum berangkat terdapat 5 penumpang yang belum hadir hingga waktu boarding pesawat walau sudah melakukan check-in, sehingga dilakukan pemeriksaan ulang yang terakhir kali termasuk keberadaan bagasi para penumpang tersebut.

Tiga penumpang akhirnya muncul sedangkan dua lainnya tetap tidak hadir pada detik-detik terakhir keberangkatan. Sesuai regulasi penerbangan, bagasi penumpang tersebut harus diturunkan. Petugas porter kemudian mencari bagasi penumpang yang bersangkutan yang ternyata letaknya berada jauh di dalam kompartemen.

Selama proses menurunkan bagasi dua penumpang itu, kondisi pesawat sudah siap untuk push back dan pintu kompartemen bagasi sudah mesti ditutup. "Namun poter tersebut ternyata masih di bagian dalam kompartemen bagasi dan saat pintu ditutup pukul 14.48 WIB pesawat sudah siap untuk terbang," jelas Benny.

Saat pesawat mulai meninggalkan apron secara perlahan pada pukul 14.49 WIB, tiba-tiba pukul 15.05 WIB kapten pilot mendapat laporan bahwa masih ada porter di kompartemen bagasi, seketika pilot memutuskan kembali ke apron guna memastikan keadaan sesuai regulasi dalam penerbangan.

Baca juga: Viral Porter Kembalikan Tas Berisi Rp 254 Juta, PT KAI Beri Penghargaan

Setibanya di apron, staf darat kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan seorang porter berada di kompartemen bagasi tersebut dan sesuai aturan segera dibawa ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Juanda dan kantor keamanan bandara.

Penerbangan QG 824 dengan 157 penumpang akhirnya kembali dilanjutkan dari Bandara Juanda Surabaya pada pukul 15:17 WIB menuju Bandung setelah mengalami delay 52 menit.

Atas kejadian itu, Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya menurunkan tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Tim porter yang saat itu bertugas diperiksa dan kartu akses masuk atau pass masuk juga disita sementara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X