BP Perkosa Putri Kandungnya Lalu Membuangnya di Jalan Raya

Kompas.com - 25/10/2017, 06:11 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorReni Susanti

AMBON, KOMPAS.com - Seorang pria di kawasan Tanah Tinggi, Kecamatan Sirimau Ambon berinisial BP diringkus polisi di rumahnya setelah diketahui telah memerkosa putri kandungnya sendiri yang masih berusia 8 tahun.

BP ditangkap di rumahnya, Senin (23/10/2017), setelah polisi melakukan penyelidikan. Sebelumnya, BP sempat bermain sandiwara dengan berpura-pura mengamuk setelah warga memberitahu kalau anaknya telah diperkosa.

Dia bahkan pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kasus yang ternyata dilakukannya sendiri ke polisi usai memerkosa putrinya sepekan lalu.

Kepala Satuan Reskrim Polres Pulau Ambon, AKP Teddy mengungkapkan, setelah menjalani pemeriksaan, BP langsung ditetapkan sebagai tersangka.

“Dia ditangkap (Senin) malam dan langsung menjalani pemeriksaan, hasilnya penyidik menetapkannya sebagai tersangka (Selasa) sore,” kata Teddy kepada waratwan, Selasa (24/10/2017).

(Baca juga : Pria Ini Mengamuk Pergoki Perawat Perkosa Jenazah Istrinya)

Dia mengungkapkan, dari hasil penyelidikan dan sejumlah keterangan yang didapat termasuk dari pengakuan korban, pelaku nekat memperkosa anak kandungnya sendiri di sebuah kamar kontrakan di kawasan Tanah Tinggi, Kecamatan Sirimau Ambon.

Usai memerkosa korban, pelaku kemudian membawa putrinya itu dengan becak ke depan Bank BCA Unit Mardika dan meninggalkannya dalam kondisi bersimbah darah di kawasan tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan, dia (pelaku) tidak mau mengakui perbuatannya. Tapi korban mengaku kalau perbuatan itu dilakukan BP, ayahnya sendiri. Kita juga mendapat keterangan penting dari tante dan kakak kandung korban, ditambah hasil visum dokter maka alat buktinya sudah cukup,” terangnya.

Teddy menambahkan, dari penyelidikan, pelaku ternyata telah mencabuli korban berulang kali sebelum memerkosanya. Pelaku juga diduga telah mencabuli kakak kandung korban yang saat ini menderita gangguan mental.

“Pelaku diduga juga pernah mencabuli anaknya yang lain yang saat ini menderita gangguan mental,” katanya.

(Baca juga : Sebelum Tewas Diperkosa, Ica Diajak Pesta Sabu dan Miras Oplosan)

Meski pelaku tidak mau mengakui perbuatannya, penyidik telah memiliki lebih dari dua alat bukti untuk menetapkannya sebagai tersangka.

Alat bukti yang dimaksudkan Teddy adalah pengakuan korban dan juga keterangan dari delapan saksi lainnya, termasuk keterangan dari tante dan kakak kandung korban.

“Dia tidak mau mengakui itu lebih bagus lagi. Saat ini kita sedang mencari alat bukti lain yakni becak dan celana pelaku yang sudah dibuangnya,” tutupnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prajurit Hilang Saat Patroli di Tembagapura, TNI Minta Bantuan Basarnas

Prajurit Hilang Saat Patroli di Tembagapura, TNI Minta Bantuan Basarnas

Regional
Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Regional
Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Regional
Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Regional
Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Regional
3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

Regional
Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Regional
Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Regional
Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

Regional
Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Regional
KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

Regional
Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X