"Kandang Budak", Tempat Penitipan Anak Buruh Sawit di Perbatasan

Kompas.com - 05/09/2017, 06:15 WIB
 Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid menggendong salah satu balita yang menderita gizi buruk. Di perusahaan sawit yang berada di wilayah perbatasan tersebut, Bupati Nunukan mendaati adanya gizi buruk. Kebanyakan balita yang menderita gizi buruk merupakan anak anak buruh sawit yang terpakas menitipkan anak mereka di penitipan anak yang biasa di sebut kandang budak.KOMPAS.com/SUKOCO Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid menggendong salah satu balita yang menderita gizi buruk. Di perusahaan sawit yang berada di wilayah perbatasan tersebut, Bupati Nunukan mendaati adanya gizi buruk. Kebanyakan balita yang menderita gizi buruk merupakan anak anak buruh sawit yang terpakas menitipkan anak mereka di penitipan anak yang biasa di sebut kandang budak.
|
EditorCaroline Damanik

NUNUKAN, KOMPAS.com – Tuntutan perekonomian membuat para ibu yang memiliki balita di perkebunan sawit di wilayah perbatasan Kecamatan Seimenggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa ikut bekerja dengan suami mereka di kebun sawit.

Karena harus bekerja, para pekerja untuk PT Bumi Seimenggaris Indah BSI ini memilih menitipkan anak-anak mereka ke “kandang budak”, sebutan untuk penitipan anak milik perusahaan.

Di salah satu rumah petak komplek perumahan dan kantor milik perusahaan yang berukuran 4x6 meter itu, terdapat 18 anak buruh pekerja sawit yang dititipkan.

“Namanya memang kandang budak. Di sini ada 18 anak. Masuknya pukul 06.30 Wita, pulangnya jam 15.00 Wita,” ujar Rahmatiyah, satu satu penjaga di kandang budak, Senin (4/9/2017).


Rahmatiyah mengaku, sudah 8 tahun menjadi pengasuh anak-anak para pekerja sawit di PT BSI yang dititipkan di kandang budak. Untuk jasa menjaga 18 anak tersebut, setiap bulannya, Rahmatiyah digaji oleh perusahaan sebesar Rp 1,6 juta.

(Baca juga: Rumah Warga di Perbatasan, Teras di Wilayah Indonesia, Dapur di Malaysia)

Selain menjaga keberadaan anak-anak tersebut, Rahmatiyah juga harus memberi makan kpada 18 anak berusia 1 hingga 4 tahun tersebut. Menu makan tergantung makanan dibawakan oleh orangtua balita.

“Ya begitulah kalau sendiri, bergantian kasih makannya. Dari orangtua yang bawakan, kadang bubur, kadang nasi, lauknya sayur saja, kadang ikan. Kalau makanan dari perusahaan ndak ada,” imbuhnya.

Sebelumnya, saat melakukan kunjungan kerja ke PT BSI, Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid menemukan, sejumlah anak di kandang budak mengalami gizi buruk. Dari catatan Dinas Kesehatan tahun 2017, terdapat 13 anak mengalami gizi buruk di lingkungan PT BSI.

Terkait temuan balita penderita gizi buruk oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan itu, Managemen PT BSI Nanang mengatakan, saat ini pihak perusahaan masih berupaya melakukan peningkatan kesehatan para bayi penderita gizi buruk.

Perusahaan juga berencana meningkatkan pelayanan kesehatan bagi sekitar 700 karyawannya. Terkait ketersediaan layanan kesehatan serta dokter di klinik perusahaan sebagai kewajiban perusahaan, dia juga mengaku perusahaan masih mengupayakan.

“Klinik ada, perawat ada, dulu ada (dokter) sekarang akan diadakan kembali,” ujarnya.

Bupati Nunukan mendesak perusahaan PT BSI untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada 700 karyawannya karena selama ini para buruh mengaku kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Pihak perusahaan juga disebut mempersulit buruh perusahaan dengan memotong gaji mereka ketika mereka harus membawa anak mereka ke posyandu.

 

 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Tersandung Kasus Hukum, Pria Ini Tetap Dilantik sebagai Anggota DPRD Gresik

Tersandung Kasus Hukum, Pria Ini Tetap Dilantik sebagai Anggota DPRD Gresik

Regional
Aceng Fikri Bisa Pastikan Wanita yang Bersamanya di Dalam Kamar Hotel Istri Sah

Aceng Fikri Bisa Pastikan Wanita yang Bersamanya di Dalam Kamar Hotel Istri Sah

Regional
Dokter Gigi Terduga Teroris di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Dokter Gigi Terduga Teroris di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Regional
Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Regional
Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Regional
Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Regional
Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Regional
6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

Regional
Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Regional
Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Regional
Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Regional
Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Regional
Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Regional
3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

Regional
Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X