Peringati HUT RI, Puluhan Penyelam Lakukan Upacara di Bawah Laut

Kompas.com - 17/08/2017, 14:14 WIB
Para penyelam dari Kutai Timur menggelar upacara bendera merah putih di bawah laut sedalam 20 meter, mereka juga melakukan penanaman terumbu karang. Kompas.com / Gusti NaraPara penyelam dari Kutai Timur menggelar upacara bendera merah putih di bawah laut sedalam 20 meter, mereka juga melakukan penanaman terumbu karang.
|
EditorErlangga Djumena

SAMARINDA, KOMPAS.com - Puluhan penyelam dari berbagai komunitas penyelam di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), memperingati HUT ke-72 RI dengan menggelar upacara pengibaran bendera merah putih di bawah air laut, sedalam 20 meter. Komunitas ini juga melakukan penanaman terumbu karang yang membentuk formasi khusus berbentuk angka 72.

Koordinator penyelam yang juga Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kutim, Sayid Anjas, mengatakan, lokasi yang dipilih adalah perairan sekitar Pulau Birah-birahan.

Pulau tersebut merupakan destinasi wisata tersembunyi di Kutim, namun sebagian terumbu karang di pulau tersebut rusak akibat bom ikan.

“Pulau Birah-birahan adalah surga wisata yang tersembunyi, pulau ini masih belum banyak yang tahu. Kami memilih laut ini karena sekaligus untuk melakukan penanaman terumbu karang. Upacara di dalam laut ini merupakan kehormatan bagi kami peselam Kutim untuk peringatakan HUT RI ke 72,” kata Anjas, Kutim (17/8/2017).

Meski harus melawan arus bawah air, upacara bendera di dalam air tetap berjalan lancar. Para peserta tetap memberikan hormat bendera meski dengan tetap berupaya menjaga keseimbangan.

Baca juga: Seluruh Peserta Upacara HUT RI Ini Menutup Mata untuk Ungkapkan Protes

Usai upacara bendera, para penyelam menanam terumbu karang. Aktivitas seperti ini sudah sering dilakukan dengan sasaran beberapa titik dengan terumbu karang kritis. Namun penanaman kali ini lebih istimewa, sebab susunan terumbu karang yang ditanam membentuk tulisan RI 72 yang berarti HUT ke-72 Republik Indonesia.

Anjas menjelaskan, upacara di bawah air ini merupakan bentuk kampanye untuk tetap menjaga ekosistem bawah laut.

“Di laut kita, banyak illegal fishing terus banyaknya pengeboman, potasium, yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab. Kami mengajak masyarakat berpartisipasi dalam penyelamatan laut Indonesia. Jangan lagi rusak terumbu karang dengan aktivitas pengeboman laut atau potas,” katanya.

Sementara itu, penanaman terumbu karang dalam rangka peringatan hari ulang tahun RI merupakan pengalaman tersendiri bagi para penyelam. Salah satu penyelam dari POSSI Kutim, Khairil Anwar mengaku bangga bisa mendapatkan kesempatan mengibarkan bendera di bawah laut.

“Selain mengeksplor area Pulau Birah-birahan, kami juga bisa ikut melestarikan lingkungan dengan menanam terumbu karang. Menyenangkan, memeringati HUT RI dan berkenalan dengan teman-teman dari klub lain,” katanya.

Sekedar informasi saja, Pulau Birah-birahan pernah menjadi kawasan favorit para nelayan pengguna bom ikan. Kerusakan terumbu karang di pulau ini sangat parah, ikan-ikan un mulai berkurang. Berkat upaya penananaman terumbu karang, beberapa titik penanaman sudah mulai tumbuh dan kembali dipenuhi ikan. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Minta Jenazah WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan ke Buton

Keluarga Minta Jenazah WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan ke Buton

Regional
Ayah yang Siksa dan Buang Anaknya di Riau Jadi Tersangka dan Ditahan

Ayah yang Siksa dan Buang Anaknya di Riau Jadi Tersangka dan Ditahan

Regional
Gunung Kembali Semeru Dibuka, Pengelola TNBTS: Pendakian di Akhir Pekan Penuh

Gunung Kembali Semeru Dibuka, Pengelola TNBTS: Pendakian di Akhir Pekan Penuh

Regional
25 Tahun Tepu Terbaring Kaku Seperti Kayu, Ini Penjelasan Dokter Saraf Soal Penyakitnya

25 Tahun Tepu Terbaring Kaku Seperti Kayu, Ini Penjelasan Dokter Saraf Soal Penyakitnya

Regional
Wajah Nenek 75 Tahun Semringah Saat Gubuk Reyot Miliknya Didatangi TNI

Wajah Nenek 75 Tahun Semringah Saat Gubuk Reyot Miliknya Didatangi TNI

Regional
Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Regional
Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Regional
Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Regional
Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Regional
532 Perusahaan Pariwisata Tutup akibat Pandemi, Puluhan Ribu Pekerja Dirumahkan

532 Perusahaan Pariwisata Tutup akibat Pandemi, Puluhan Ribu Pekerja Dirumahkan

Regional
Geledah Rumah Kontrakan di Sleman, Densus 88 Sita CPU dan Flashdisk

Geledah Rumah Kontrakan di Sleman, Densus 88 Sita CPU dan Flashdisk

Regional
Tak Punya Biaya Berobat, Pria Ini Selama 25 Tahun Hanya Terbaring akibat Tubuhnya Kaku seperti Kayu

Tak Punya Biaya Berobat, Pria Ini Selama 25 Tahun Hanya Terbaring akibat Tubuhnya Kaku seperti Kayu

Regional
Saiful Ilah Tersangkut Korupsi, Nur Ahmad Meninggal, Hudiyono Dilantik Jadi Penjabat Bupati Sidoarjo

Saiful Ilah Tersangkut Korupsi, Nur Ahmad Meninggal, Hudiyono Dilantik Jadi Penjabat Bupati Sidoarjo

Regional
328 Santri di Banyumas Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Ini Bukan Aib

328 Santri di Banyumas Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Ini Bukan Aib

Regional
Serunya Jelajah Museum Multatuli secara Virtual, Begini Caranya

Serunya Jelajah Museum Multatuli secara Virtual, Begini Caranya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X