Kompas.com - 14/08/2017, 14:44 WIB
Ilustrasi bendungan Kompas.com/Nazar NurdinIlustrasi bendungan
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com - Bendungan Jatibarang, di Kota Semarang, Jawa Tengah bakal dipasangi panel surya raksasa untuk mendapatkan pasokan listrik dari panas matahari. Panel surya akan coba dipasang di badan bendungan dan menjadi satu-satunya di Indonesia.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Imam Santoso mengatakan, panel surya akan dipasang di badan bendungan. Saat ini, pihak kementerian sedang melakukan survei lokasi untuk tempat pemasangan panel surya.

"Kami coba lakukan dan ini lagi disurvei. Kami akan memasang panel surya sehingga akan dipakai untuk listrik," kata Imam di Semarang, Senin (14/8/2017).

Panel surya yang dipasang dikerjasamakan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Rencananya, panel surya yang dipasang kira-kira sepanjang 2x68 meter dengan luas hingga 6 meter.

Menurut Imam, pemasangan panel surya di bendungan karena lahan yang masih banyak tersedia. Selain itu, Bendungan Jatibarang dipilih karena bendungan itu satu-satunya bendungan yang berada di tengah Kota Semarang.

"Itu kan bendungan air, panjang dan bebas dan itu tidak dipakai apa-apa. Kita sedang coba di Semarang dulu, bendungan akan mensuplai listrik di pengelolaan dan sekitarnya," kata dia.

(Baca juga: Inovasi, Panel Surya yang Bisa Digenggam bak "Smartphone")

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemasangan energi baru terbarukan itu, lanjut dia, dapat mengurangi beban dan ketergantungan dari listrik yang sudah ada. Harapannya pengelolaan bendungan seluruhnya menggunakan energi panel surya.

"Kami pasang panel surya di bendungannya, kerjasama dengan esdm. ESDM esdm menyarankan di mau air tapi itu sulit karena itu bergelombang kayak banjir," tambah Imam.

"Kami coba pasang di badan bendungan, karena panjang dan luas. Saya berharap itu menjadi satu-satunya bendungan di Indonesia yang dilengkapi panel surya," tuturnya.

Bendungan Jatibarang diresmikan pertama kali pada 2014 lalu. Bendungan dibangun sejak 2010 lalu dengan kapasitas 20 juta kubik. Bendungan dibangun dengan biaya Rp 655 miliar atas pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

Waduk ini juga difungsikan sebagai pembangkit listrik mikro hidro (PLTMH) yang akan menghasilkasn aliran listrik sebesar 1,5 megawatt. Bendungan itu juga dilengkapi dengan wisata air, serta wisata pulau monyet dan Goa Kreo. Lokasi bendungan juga dilengkapi dengan wahana wisata yang amat menarik.

 

Kompas TV Panel Surya Jadi Sumber Listrik Pengungsi Suriah
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.