KPU Jawa Barat Klaim Paling Siap Menggelar Pilkada

Kompas.com - 10/08/2017, 11:41 WIB
Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat saat memberikan pemaparan dalam acara rapat koordinasi Pilkada Jabar di Aula Barat Gedung Sate, Kamis (10/8/2017) KOMPAS. com/DENDI RAMDHANIKetua KPU Jabar Yayat Hidayat saat memberikan pemaparan dalam acara rapat koordinasi Pilkada Jabar di Aula Barat Gedung Sate, Kamis (10/8/2017)
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat Yayat Hidayat mengklaim Jawa Barat paling siap menggelar pilkada di Indonesia.

Dia mengatakan, salah satu parameter sederhananya adalah bahwa KPU di Jabar telah jauh-jauh hari menandatangani naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) bersama 16 wilayah yang akan menggelar pilkada.

"Meskipun kita melakukan pilgub ditambah pilkada di 16 kota dan kabupaten merupakan pemilu paling besar di Indonesia, tapi ternyata dalam persiapannya saya boleh mengklaim paling siap di Indonesia," ucap Yayat saat rapat koordinasi persiapan pilkada serentak di aula Barat Gedung Sate, Kamis (10/8/2017).

Baca juga: Cegah Penyalahgunaan Anggaran Rp 1,1 Triliun, KPU Jabar Gandeng BPKP

"Parameter cukup sederahana bahwa KPU Jabar dan beberapa KPU kabupaten dan kota serta pemda sudah menandatangani naskah hibah daerah jauh hari sebelum daerah lain melakukan, kita sudah lakukan 28 April 2017 lalu. Sementara provinsi lain masih negosiasi angka, banyak juga yang belum dapat titik temu," ujarnya.

Selain itu, Yayat menjelaskan anggaran Pilkada Jabar juga merupakan yang terbesar di Indonesia, yakni mencapai Rp 1,164 triliun. Namun, lanjut Yayat, dari sisi biaya perorangan, pilkada di Jabar terbilang sangat murah.

"Kalau kita konversikan di indeks biaya Pilgub Jawa Barat, per orangnya itu ternyata paling murah se-Indonesia. Kami membandingkan dengan beberapa provinsi yang lain itu, indeks atau biaya pilgub per orang di Jabar itu berkisar diangka Rp 35.000," ucapnya.

Baca juga: KPU Jabar Tak Bisa Fasilitasi Hak Pilih Atty Suharti di Pilkada Cimahi

"Memang sangat murah dibandingkan dengan provinsi yang lain. Misalnya dengan Bali. Bali itu indeksnya sekitar Rp 65.000. Bahkan ada indeks biaya pemilihan kepala daerah yang nyampai ke Rp 100.000 per orang. Alhamdulillah kita bisa melakukan efisiensi," tandasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Regional
Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Regional
Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Regional
67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

Regional
Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Regional
Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Regional
Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Regional
Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Regional
Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Regional
Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Regional
Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Regional
Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Regional
Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Regional
Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X