Belasan Hewan Dilindungi Selamat dari Penjualan Satwa Liar di DIY

Kompas.com - 07/08/2017, 14:07 WIB
Kucing hutan dan alap-alap yang dilindungi berhasil diselamatkan dari praktik penjualan satwa liar di DI Yogyakarta. Hewan tersebut kini dititiprawatkan di kantor Wildlife Rescue Centre (WRC) Yogyakarta, Dusun Paingan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, kabupaten Kulon Progo, Senin (7/8/2017). KOMPAS.com/Teuku Muh Guci SKucing hutan dan alap-alap yang dilindungi berhasil diselamatkan dari praktik penjualan satwa liar di DI Yogyakarta. Hewan tersebut kini dititiprawatkan di kantor Wildlife Rescue Centre (WRC) Yogyakarta, Dusun Paingan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, kabupaten Kulon Progo, Senin (7/8/2017).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Belasan hewan yang dilindungi berhasil diselamatkan dari praktik penjualan satwa liar di DI Yogyakarta. Seorang penjual satwa liar ilegal berinisial W (37) turut diamankan petugas.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah II melakukan penggrebekan di rumah W yang berada di Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Penggrebekan yang dilakukan Jumat (4/8/2017) itu menemukan belasan satwa baik yang dilindungi dan tidak dilindungi.

"Total satwa yang berhasil kami selamatkan ada 12 ekor. Kami juga menyita satu lembar kulit kancil," ujar Kasi Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah II Tri Saksono, di kantor Wildlife Rescue Centre (WRC) Yogyakarta, Senin (7/8/2017).


(Baca juga: Per Hari, 1.500 Kendaraan Melintasi Hutan TNBBS Mengganggu Satwa Liar)

 

Tri menjelaskan, penggerebekan terhadap W bermula dari informasi dari lembaga pemerhati satwa yang ada di Yogyakarta. Menurutnya, lembaga pemerhati satwa itu melaporkan kegiatan jual beli yang dilakukan W melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat di ponsel pintar.

"Untuk penjualan yang dilakukan W, pembeli cukup mentransfer uang sesuai harga satwa liar yang disepakati. Baru kemudian satwa akan dikirim pembeli melalui jasa pengiriman barang," ucap Tri.

"Cara penjualan yang dilakukan W modus lama. Cuman dulu pelaku mau bertemu dan bayar di tempat, sekarang tidak mau bertemu dan pakai cara transfer uang dulu baru barang dikirim," ucapnya.

Adapun jenis 12 satwa yang berhasil diamankan, yaitu lima ekor kucing hutan, dua ekor jelarang, seekor trenggiling, seekor binturung, seekor alap-alap, seekor landak, dan seekor Garangan Jawa. Menurutnya, satwa-satwa tersebut bukan berasal dari hutan yang ada di DIY.

(Baca juga: Campur Rendaman Tulang Satwa Liar pada Obat, Kakek Asal Bengkulu Dibekuk)

"Satwa ini diperoleh pelaku dari luar DIY, jadi di atas W ini masih ada pemasok," ucap Tri seraya menyebut pihaknya masih terus mengembangkan kasus penjualan satwa liar dilindungi tersebut.

Berdasarkan hasil penyidikan, W menjual satwa ke sejumlah pembeli yang ada di DIY. Menurutnya, W menjual satwa liar di kisaran ratusan ribu sampai jutaan rupiah tergantung jenis dan usianya.

"W ini merupakan pemain lama. Berdasarkan pengakuan, ia sudah melakukan praktik penjualan satwa liar di DIY selama setahun," tutur Tri.

Untuk satwa yang diamankan, sambung Tri, dititipkandi di WRC Yogyakarta untuk proses rehabilitasi dan perawatan.

"Yang sedang sakit ketika kami melakukan penggeledahan ada dua, yaitu kucing hutan satu dewasa dan satu bayi," ucap Tri.

Tri mengungkapkan, W sudah menjadi tersangka lantaran dituding melanggar pasal 40 ayat 2 jo pasal 21 ayat 2 huruf a dan d UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Menurutnya, W sudah ditahan dan dititipkan di rumah tahanan Polda DIY selama proses penyidikan berlangsung. "Tersangka sendiri terancam hukuman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta," tutupnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Pemukulan Motivator Bertambah Jadi 10 Siswa, Alami Lebam hingga Luka di Bibir

Korban Pemukulan Motivator Bertambah Jadi 10 Siswa, Alami Lebam hingga Luka di Bibir

Regional
Garuda dan Air Asia Mulai Penerbangan Internasional di YIA pada April 2020

Garuda dan Air Asia Mulai Penerbangan Internasional di YIA pada April 2020

Regional
Fakta Jelang Pelantikan Presiden, Keamanan Rumah Jokowi Berlapis hingga Patroli di Sekolah

Fakta Jelang Pelantikan Presiden, Keamanan Rumah Jokowi Berlapis hingga Patroli di Sekolah

Regional
Jaring Investor, Pemdaprov Jabar Dahulukan Kerja Sama dengan BUMD

Jaring Investor, Pemdaprov Jabar Dahulukan Kerja Sama dengan BUMD

Regional
PKB Minta Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Terburu-buru Tentukan Menteri

PKB Minta Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Terburu-buru Tentukan Menteri

Regional
Aktivitas Reklamasi Semakin 'Menggila', Ketua DPRD Batam Berang

Aktivitas Reklamasi Semakin "Menggila", Ketua DPRD Batam Berang

Regional
Duduk Perkara Pemukulan 8 Siswa oleh Motivator karena Tertawa

Duduk Perkara Pemukulan 8 Siswa oleh Motivator karena Tertawa

Regional
Sunan Kuning Tutup, Pekerja di Lokalisasi Depresi, Masuk RSJ

Sunan Kuning Tutup, Pekerja di Lokalisasi Depresi, Masuk RSJ

Regional
Hasto Sebut Menteri dari PDI-P Paling Banyak di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

Hasto Sebut Menteri dari PDI-P Paling Banyak di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

Regional
Mengaku Pernah Kerja di RSCM, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi

Mengaku Pernah Kerja di RSCM, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi

Regional
Kronologi Motivator Tampar 8 Siswa Saat Seminar

Kronologi Motivator Tampar 8 Siswa Saat Seminar

Regional
Wali Kota Malang Menangis Saat Temui Siswa Korban Pemukulan Motivator

Wali Kota Malang Menangis Saat Temui Siswa Korban Pemukulan Motivator

Regional
Termakan Hoaks Gempa Besar dan Tsunami, Banyak Warga Tinggalkan Ambon

Termakan Hoaks Gempa Besar dan Tsunami, Banyak Warga Tinggalkan Ambon

Regional
Sekjen PDI-P: Bu Mega dan Bu Risma Sudah Bahas Calon Wali Kota Surabaya

Sekjen PDI-P: Bu Mega dan Bu Risma Sudah Bahas Calon Wali Kota Surabaya

Regional
Kantor Wali Kota Medan Digeledah, Ajudan yang Hampir Tabrak KPK Muncul

Kantor Wali Kota Medan Digeledah, Ajudan yang Hampir Tabrak KPK Muncul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X