5 Warga China Diamankan Kodim OKI dari Proyek Tol Lampung-Palembang

Kompas.com - 25/07/2017, 10:53 WIB
Kelima WNA asal China dibawa ke Kantor Imigrasi Palembang menggunakan kendaraan setelah dilakukan serah terima di Makodim 0402 OKI KOMPAS.com/Amriza NursatriaKelima WNA asal China dibawa ke Kantor Imigrasi Palembang menggunakan kendaraan setelah dilakukan serah terima di Makodim 0402 OKI
|
EditorErlangga Djumena

KAYUAGUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 5 orang warga negara asing (WNA) asal China diamankan di Makodim 0402 Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan karena tidak bisa menunjukkan surat izin tinggal maupun izin kerja secara resmi di Indonesia.

Kelima warga orang itu sudah dua bulan bekerja di PT Geotekindo, Subkontraktor PT Waskita Karya, pelaksana pembangunan jalan tol Lampung-Palembang di Kecamatan Mesuji OKI.

Komandan Kodim 0402 OKI Letkol Seprianizar Selasa (25/7/2017) mengatakan, penangkapan kelima WNA tersebut setelah aparat intel kodim oki melakukan penyelidikan dan monitoring wilayah Kabupaten OKI terhadap keberadaan orang asing.

Dari hasil monitoring tersebut diternyata ada lima orang berwargakenegaraan Cina yang tengah berkerja di proyek pembangunan jalan tol Lampung-Palembang namun tidak memiliki izin tinggal atau dokumen sebagai pekerja.

Aparat intel Kodim OKI mengamankan kelima WNA tersebut ke Makodim OKI untuk selanjutkan diserahkan ke pihak berwenang yaitu Kantor Imigrasi Kelas 1 Palembang.

Baca juga: Geledah Rumah di Semarang, Polisi Amankan Lima Warga China

Kelimanya juga tidak bisa berbahasa indonesia sehingga harus digunakan jasa penerjemah dalam berkomunikasi.

“Seusai dengan kewenangan yang dimiliki Kodim OKI untuk melakukan monitoring terhadap keberadaan orang asing. Maka aparat intel Kodim OKI telah mengamankan 5 orang WNA asal China yang tidak dapat menunjukkan dokumen resmi. Diduga kelima ini WNA ilegal maka kita amankan untuk selanjutnya kita serahkan ke kantor imigrasi palembang untuk tindakan selanjutnya,” katanya.

Sementara Kasubsi Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas 1 Palembang Widyo Sandhi Suprapto mengatakan, setelah diamankan dan didata oleh aparat intel Kodim OKI kelima WNA ini segera dibawa ke kantor imigrasi palembang untuk dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan dokumen terkait izin tinggal dan izin kerja.

"Kelima WNA segera kita bawa ke Palembang untuk diamankan di kantor imigrasi Palembang sampai pihak perusahaan yang mempekerjakannya bisa menunjukkan dokumen yang diminta," ucapnya.

Jika yang bersangkutan ataupun perusahaan yang mempekerjakan tidak mampu menunjukkan dokumen resmi yang diminta, maka kelimanya akan diproses sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia.

"Jika perusahaan tidak mampu menujukkan dokumen hingga waktu yang djtentukan maka kelima WNA ini bia dideportasi ke negara asal,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Regional
4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

Regional
Polisi Pulangkan 3 Warga yang Terlibat Kerusuhan Saat Penggusuran Tamansari

Polisi Pulangkan 3 Warga yang Terlibat Kerusuhan Saat Penggusuran Tamansari

Regional
Tiba di Trenggalek, Jenazah TKI Korban Pembunuhan di Malaysia Disambut Ratusan Warga

Tiba di Trenggalek, Jenazah TKI Korban Pembunuhan di Malaysia Disambut Ratusan Warga

Regional
Warga Tamansari Digusur, Predikat Bandung Kota Peduli HAM Dikritisi

Warga Tamansari Digusur, Predikat Bandung Kota Peduli HAM Dikritisi

Regional
9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Demo di Jalan Trans Sulawesi

9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Demo di Jalan Trans Sulawesi

Regional
BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di Lokasi Temuan Jejak Harimau Sumatera

BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di Lokasi Temuan Jejak Harimau Sumatera

Regional
Ular Piton Sepanjang 1 Meter Berkeliaran di Balai Kota Surakarta

Ular Piton Sepanjang 1 Meter Berkeliaran di Balai Kota Surakarta

Regional
Bupati Bogor Sebut UN Jadi Masalah Besar bagi Siswa di Indonesia

Bupati Bogor Sebut UN Jadi Masalah Besar bagi Siswa di Indonesia

Regional
Menolak Diajak Pulang, Seorang Istri Tewas Ditusuk 8 Kali oleh Suaminya

Menolak Diajak Pulang, Seorang Istri Tewas Ditusuk 8 Kali oleh Suaminya

Regional
Kerap Resahkan Penumpang, 2 Calo Tiket di Pelabuhan Sekupang Ditangkap

Kerap Resahkan Penumpang, 2 Calo Tiket di Pelabuhan Sekupang Ditangkap

Regional
Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpangnya dan Ditinggalkan di Pinggir Jalan

Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpangnya dan Ditinggalkan di Pinggir Jalan

Regional
Cabuli Balita 3 Tahun di Kupang, Pria Asal Liliba Ini Ditangkap

Cabuli Balita 3 Tahun di Kupang, Pria Asal Liliba Ini Ditangkap

Regional
Angin Kencang Terjang Jember, Pohon Roboh di 7 Lokasi

Angin Kencang Terjang Jember, Pohon Roboh di 7 Lokasi

Regional
Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X