Kompas.com - 21/06/2017, 14:24 WIB
Petugas Polres Kebumen mendatangi TKP pemusnahan petasan di sekitar Dukuh Semelang, Desa Gemeksekti, Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2017) Dok Humas Polres KebumenPetugas Polres Kebumen mendatangi TKP pemusnahan petasan di sekitar Dukuh Semelang, Desa Gemeksekti, Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2017)
|
EditorErlangga Djumena

KEBUMEN, KOMPAS.com - Belasan kaca jendela dan plafon rumah warga di sekitar Dukuh Semelang, Desa Gemeksekti, Kebumen pecah akibat terkena imbas ledakan saat pemusnahan 287 kilogram barang bukti bahan pembuat petasan. Pemusnahan sendiri dilakukan oleh Polres Kebumen, Polda Jawa Tengah, Senin (19/6/2017) lalu.

Kasubbag Humas Kebumen AKP Willy Budiyanto mengatakan, ratusan kilogram bahan petasan tersebut merupakan barang bukti hasil sitaan selama Operasi Kepolisian Yang Ditingkatkan 2017.

Bahan petasan itu memang sengaja dimusnahkan dengan cara dibakar di suatu lokasi tambang batu cadas yang terletak di Desa Sumelang, Kebumen. Lokasi ini dianggap aman karena terdapat tanah lapang yang dikelilingi bukit cadas dan juga cukup jauh dari pemukiman warga.

“Petugas yang melaksanakan pemusnahan sama sekali tidak menduga akan timbul ledakan dan getaran yang cukup besar,” kata Willy saat dihubungi Kompas.com, Rabu (21/6/2017).

Baca juga: Karena Mercon, Suud Kehilangan Anak, Rumah, dan Jadi Tersangka

Menurut Willy, bahan-bahan peledak yang dimusnahkan tersebut tergolong low eksplosive seperti petasan pada umumnya. Obat petasan ini tidak bisa dimusnahkan hanya dengan menyiramnya dengan air atau menimbun di dalam tanah.

“Selain masih bisa meledak, bila dibuang sembarangan akan menimbulkan pencemaran lingkungan yang parah,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum dimusnahkan, petugas yang melakukan demolisi sudah mengurai serbuk petasan dengan cara menyebarkan obat petasan di permukaan tanah. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi konsentrasi bubuk petasan sehingga diharpakan tidak meledak, tetapi hanya akan menimbulkan bunga api.

Namun, ternyata perhitungan petugas meleset, bubuk petasan yang masih terlalu tebal itu akhirnya menimbulkan ledakan yang cukup masif ketika dibakar.

Atas peristiwa tersebut, Kapolres Kebumen menyampaikan permintaan maaf kepada warga di sekitar lokasi pemusnahan petasan. Selain itu, dia berjanji akan mengganti semua kerugian yang dialami warga.

“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya tercatat belasan rumah di sekitar lokasi yang mengalami rusak ringan,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada Operasi Kepolisian Yang Ditingkatkan menjelang dan awal bulan Ramadan 2017, jajaran Polres Kebumen berhasil menyita ribuan petasan dan ratusan kilogram obat bahan petasan.

Secara simbolis pemusnahan barang bukti petasan tersebut telah dilaksanakan setelah Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Candi 2017, Senin (19/6/2017) pagi, sedangkan sisanya dimusnahkan pada siang hari di Dukuh Semelang, Desa Gemeksekti, Kebumen.

Baca juga: Lagi, Polres Indramayu Sita 7 Juta Butir Petasan untuk Jakarta

Kompas TV Polisi menangkap komplotan peracik petasan di Probolinggo, Jawa Timur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X