Kompas.com - 14/06/2017, 17:28 WIB
|
EditorFarid Assifa

REMBANG, KOMPAS.com - Forum Ulama Ka'bah (FUK) menolak kebijakan sekolah lima hari yang akan diterapkan oleh Kementerian Pendidikan.

Ketua Umum Pengurus Besar (FUK) KH Wafi Maimun dalam siaran persnya yang diterima Kompas.com, Rabu (14/6/2017) sore, mengatakan, kebijakan Mendikbud yang akan menerapkan sekolah lima hari atau full day school mulai tahun ajaran 2017 mendatang adalah kebijakan yang keliru dan harus ditinjau ulang.

"Jika dipaksakan, kebijakan ini akan menggerus eksistensi madrasah diniyah maupun pondok pesantren yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah berdirinya negara Indonesia," kata Gus Wafi, panggilan akrab KH Wafi Maimun.

Baca juga: Sekolah Lima Hari, Wacana Usang yang Ditolak Para Ulama

Selain itu, menurut salah satu putra ulama karismatik KH Maemun Zubair ini, anggapan bahwa kebijakan tersebut dapat menekan radikalisme sangatlah tidak berdasar.

Sebab, selama ini, kata Gus Wafi, teroris yang ditangkap oleh Densus 88 tidak ada yang pernah belajar ilmu agama di madrasah diniyah maupun pondok pesantren.

"Kami meminta kepada Menteri Agama RI agar memberi masukan kepada Mendikbud akan pentingnya pendidikan keagamaan oleh pesantren di Indonesia. Serta tidak tinggal diam untuk masalah ini," ujarnya.

"Pendidikan harus selaras antara ilmu dan akhlak," tandas salah satu putra Mustasyar PBNU Mbah Maemun ini.

Gus Wafi bahkan memprediksi jika kebijakan tersebut tetap dipaksakan akan timbul kegaduhan baru. Seharusnya, kata dia, sebelum mengambil kebijakan tersebut, Mendikbud menyerap aspirasi masyarakat dan melihat kondisi riil di daerah.

Baca juga: Guru dan Siswa Diniyah Demo Tolak Program Sekolah Lima Hari

Kebijakan full day school atau delapan jam sekolah, lanjutnya, bertentangan dengan visi misi revolusi mental Presiden Joko Widodo. Sebab menurut Gus Wafi, pendidikan madrasah diniyah dan pesantren adalah instrumen yang paling penting untuk membangun karakter bangsa.

"Kami Pengurus Besar Forum Ulama Ka'bah (PB FUK) akan terus mendukung kebijakan pemerintah yang pro dengan umat beragama, termasuk untuk pemilihan kepala daerah dan legislatif, bukan yang malah merugikan," tandasnya.

Kompas TV Polemik Pemberlakuan Sekolah 5 Hari Dalam Sepekan
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

36 Desa Wisata Disiapkan untuk Dukung Danau Toba sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas

36 Desa Wisata Disiapkan untuk Dukung Danau Toba sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas

Regional
Walkot Bobby Salurkan Bantuan Senilai Rp 600.000 kepada Penarik Ojol dan Bentor

Walkot Bobby Salurkan Bantuan Senilai Rp 600.000 kepada Penarik Ojol dan Bentor

Regional
Atalia Praratya: Selain Ibu, Tumbuh Anak Harus Didukung oleh Ayah

Atalia Praratya: Selain Ibu, Tumbuh Anak Harus Didukung oleh Ayah

Regional
Kompetisi JRRC Diharapkan Dorong Perkembangan Wisata Baru di Garut

Kompetisi JRRC Diharapkan Dorong Perkembangan Wisata Baru di Garut

Regional
Kenalkan Tugas dan Fungsi Kepala Daerah, Walkot Bobby Ajak Puluhan Siswa Berkeliling Balai Kota

Kenalkan Tugas dan Fungsi Kepala Daerah, Walkot Bobby Ajak Puluhan Siswa Berkeliling Balai Kota

Regional
Ridwan Kamil Sebut Dirinya Punya Gaya Kepemimpinan yang Berbeda dengan Anies Baswedan

Ridwan Kamil Sebut Dirinya Punya Gaya Kepemimpinan yang Berbeda dengan Anies Baswedan

Regional
Jabar Quick Response Sukses Gelar Kompetisi Mitigasi Bencana JRRC 2022

Jabar Quick Response Sukses Gelar Kompetisi Mitigasi Bencana JRRC 2022

Regional
Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Medan Gelontorkan Subsidi untuk 900 Unit Angkot

Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Medan Gelontorkan Subsidi untuk 900 Unit Angkot

Regional
Banyak Investasi Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius

Banyak Investasi Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius

Regional
Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Regional
Pemprov Jabar Siap Tawarkan 17 Proyek Energi Terbarukan pada Gelaran WJIS 2022

Pemprov Jabar Siap Tawarkan 17 Proyek Energi Terbarukan pada Gelaran WJIS 2022

Regional
Terapkan Materi Pemahaman Wawasan Kebangsaan, Disdik Jabar Dapat Apresiasi dari Lemhannas

Terapkan Materi Pemahaman Wawasan Kebangsaan, Disdik Jabar Dapat Apresiasi dari Lemhannas

Regional
Kenduri Riau 2022 sebagai Daya Kejut Pemulihan Parekraf di Bumi Lancang Kuning

Kenduri Riau 2022 sebagai Daya Kejut Pemulihan Parekraf di Bumi Lancang Kuning

Regional
Capaian Gubernur Arizal Selama 3 Tahun Memimpin Lampung, Nilai Ekspor Tumbuh sampai Angka Kemiskinan Turun

Capaian Gubernur Arizal Selama 3 Tahun Memimpin Lampung, Nilai Ekspor Tumbuh sampai Angka Kemiskinan Turun

Regional
Pelajaran dari Tragedi Kanjuruhan

Pelajaran dari Tragedi Kanjuruhan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.