Soal Aliran Dana Amien Rais, KPK Bilang Tunggu Keputusan Hakim

Kompas.com - 13/06/2017, 14:37 WIB
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat mengumumkan penetapan tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/6/2017). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINWakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat mengumumkan penetapan tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/6/2017).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak terburu-buru untuk menindaklanjuti adanya dugaan dana yang diterima Amien Rais dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hal itu menyusul nama pendiri Partai Amanan Nasional (PAN) itu disebut-sebut dalam persidangan kasus korupsi pengadaan alkes di Kemenkes dengan terdakwa mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (31/5/2017).

"Kasus itu memang ada di dalam sidang, kita tunggu dulu keputusan hakim karena perkaranya kan belum selesai," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan kepada wartawan seusai membuka pelatihan "Saya, Perempuan Anti-Korupsi" di Hotel Phoenix, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Yogyakarta, Selasa (13/7/2017).

Baca juga: 10.000 Satgas PAN Ancam Duduki KPK jika Amien Rais Terbukti Tak Terlibat

Menurut Basaria, setiap fakta yang terungkap dalam persidangan juga menjadi bahan untuk dikembangkan atau ditindaklanjuti oleh penyidik. Namun pihaknya tetap membutuhkan waktu untuk membuktikan keterlibatan seseorang dan tak bisa langsung menuding seseorang terlibat dalam kasus korupsi meski terungkap dalam fakta persidangan.

"Kalau selesai nanti penyidik akan pelajari dalam bentuk penyelidikan atau apapun," ujar Basaria.

Diberitakan sebelumnya, dalam persidangan jaksa KPK menyebut Amien menerima enam kali pemberian uang yang jumlah totalnya sebesar Rp 600 juta. Uang tersebut berasal dari keuntungan perusahaan swasta yang ditunjuk langsung oleh Siti Fadilah untuk menangani proyek pengadaan alat kesehatan di Kemenkes.

Menurut jaksa KPK, rekening Amien Rais enam kali menerima transfer uang. Setiap kali transfer, Amien menerima Rp 100 juta.

Rekening Amien Rais tercatat pertama kali menerima uang tersebut pada 15 Januari 2007 dan terakhir 2 November 2007.

Baca juga: Soal Aliran Dana Rp 600 Juta ke Amien Rais, Ini Tanggapan Siti Fadilah

Sementara Amien membantah telah menerima dana mantan Menteri Kesehatan tersebut. Namun ia mengaku menerima bantuan dana operasional dari Soetrisno Bachir. Soetrisno Bachir merupakan mantan ketua umum DPP PAN.

"Karena hal itu terjadi 10 tahun lalu, saya me-refresh memori saya. Pada waktu itu, Soetrisno Bachir mengatakan akan memberi bantuan untuk tugas operasional saya, untuk semua kegiatan sehingga tidak membebani pihak lain kalau saya pergi ke mana pun, travel, aksi, itu sudah kita sendiri yang bayar," kata Amien di kediamannya di Jalan Gandaria, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/2017).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Rumah di Sumedang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

12 Rumah di Sumedang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Regional
Rumah Tempat Penyimpanan Tabung Gas Elpiji Terbakar, 5 Orang Tewas

Rumah Tempat Penyimpanan Tabung Gas Elpiji Terbakar, 5 Orang Tewas

Regional
Jubir Satgas Covid-19 Kaltim dan Istri Terjangkit Virus Corona

Jubir Satgas Covid-19 Kaltim dan Istri Terjangkit Virus Corona

Regional
Tragis, Bocah Tewas Tertabrak Truk Tangki Saat Tidur Lelap di Rumah

Tragis, Bocah Tewas Tertabrak Truk Tangki Saat Tidur Lelap di Rumah

Regional
Nasib Malang Pengemudi Ojol, Terkena Order Fiktif, Uang Tabungan Juga Habis Dikuras Penipu

Nasib Malang Pengemudi Ojol, Terkena Order Fiktif, Uang Tabungan Juga Habis Dikuras Penipu

Regional
[POPULER NUSANTARA] Klarifikasi Wali Kota Tegal Soal Konser Dangdut | Jumlah Harta Kekayaan Adik Ratu Atut

[POPULER NUSANTARA] Klarifikasi Wali Kota Tegal Soal Konser Dangdut | Jumlah Harta Kekayaan Adik Ratu Atut

Regional
Beri Tumpangan yang Berujung Pembunuhan, Perempuan Hamil Tewas di Tangan Begal

Beri Tumpangan yang Berujung Pembunuhan, Perempuan Hamil Tewas di Tangan Begal

Regional
Kepalanya Terbentur Batu Usai Diperkosa 5 Pria, Wanita Ini Tewas

Kepalanya Terbentur Batu Usai Diperkosa 5 Pria, Wanita Ini Tewas

Regional
Pengakuan Pelaku Pemerkosaan Wanita di Pinggir Sungai

Pengakuan Pelaku Pemerkosaan Wanita di Pinggir Sungai

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Regional
Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Regional
Gubernur Sulsel Tunjuk 7 Pjs Gantikan Bupati yang Cuti Kampanye, Ini Rinciannya...

Gubernur Sulsel Tunjuk 7 Pjs Gantikan Bupati yang Cuti Kampanye, Ini Rinciannya...

Regional
Kota Malang Masih Zona Merah, Jalan Ijen Ditutup Saat Akhir Pekan

Kota Malang Masih Zona Merah, Jalan Ijen Ditutup Saat Akhir Pekan

Regional
Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Regional
3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X