Anak Gugat Ayah Rp 216 juta, Hakim Sudah Berupaya Lakukan Mediasi

Kompas.com - 07/06/2017, 22:59 WIB
Wakil Ketua Mejelis Hakim Pengadilan Negeri Raba Bima, NTB, Sutaji SH.MH saat ditemuai diruang kerjanya, Rabu (7/6/2017) KOMPAS.com/SyarifudinWakil Ketua Mejelis Hakim Pengadilan Negeri Raba Bima, NTB, Sutaji SH.MH saat ditemuai diruang kerjanya, Rabu (7/6/2017)
|
EditorErlangga Djumena

BIMA, KOMPAS.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Raba Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah berupaya melakukan memediasi terjadap perkara antara ayah yang digugat oleh anaknya dan menantunya. Namun upaya itu gagal.

Muhamad Bola warga asal Desa Ranggasolo, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima digugat anak pertamanya, Jahari dan suaminya Arsad. Kakek berusia 74 tahun itu digugat sebesar Rp 216 juta atas kasus sengketa lahan. Selain gugatan materil, sang ayah juga dituntut untuk hengkang dari tanah yang kini telah ditempatinya.

Wakil ketua Majelis Hakim, Sutaji menilai,  persoalan sengketa antara anak dan orangtua dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus dibawa ke meja persidangan.

Baca juga: Tangis Pembantu Ibu yang Digugat Anaknya Rp 1,8 M Pecah di Pengadilan

Untuk itu, sebelum sidang dilanjutkan untuk agenda selanjutnya, pihak majelis hakim meminta kedua belah pihak agar berdamai. Namun upaya itu tidak berhasil karena dua pihak ngotot melanjutkan perkara.

“Kita sudah upayakan melakukan perdamaian dengan prosedur memediasi, itukan wajib. Bahkan setiap persidangan saya terus dorong agar mereka damai. Tapi sayang, itu juga gagal,” kata Sutaji saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/6/2017).

Sutaji menyebutkan, sidang perkara kasus tersebut telah beberapa kali digelar di PN setempat. Rabu siang, sidang digelar dengan agenda mendengarkan jawaban dari pihak tergugat.

“Kasus sengketa tanah ini dilaporkan oleh menantunya. Tadi, sidang dengan agenda duplik yaitu jawaban tergugat terhadap suatu replik yang diajukan oleh penggugat,” kata dia.

Karena kedua belah pihak menolak jalan damai, majelis hakim memutuskan gugatan perdata ini dilanjutkan. “Sidang lanjutan akan digelar pekan depan,” ucapnya.

Baca juga: Gara-gara Tanah, Bapak 74 Tahun Digugat Anaknya Rp 216 Juta



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Regional
2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

Regional
Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Regional
Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Regional
'Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas'

"Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas"

Regional
'Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan'

"Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan"

Regional
Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Regional
Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Regional
'Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini'

"Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini"

Regional
Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Regional
Ini Cerita di Balik Video Viral 5 Tukang Becak Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh dan Sobek

Ini Cerita di Balik Video Viral 5 Tukang Becak Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh dan Sobek

Regional
Pengelola dan Karyawan Restoran Wajib Tes Swab, Ini Kata PHRI Sumbar

Pengelola dan Karyawan Restoran Wajib Tes Swab, Ini Kata PHRI Sumbar

Regional
Adik Mantan Wali Kota Serang: Sejak Dulu Saya Budidaya Ganja, Kata Siapa Sembunyi-sembunyi

Adik Mantan Wali Kota Serang: Sejak Dulu Saya Budidaya Ganja, Kata Siapa Sembunyi-sembunyi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X