Dukung Fatwa MUI Soal Medsos, Sultan HB X Minta Warga Waspadai Hoaks

Kompas.com - 06/06/2017, 17:16 WIB
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X di Bangsal Kepatihan, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa (30/5/2017) KOMPAS.com/Teuku Muh Guci SGubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X di Bangsal Kepatihan, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa (30/5/2017)

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -  Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mendukung Fatwa MUI nomor 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial.  Menurut Sultan, penyebaran berita bohong melalui media sosial itu merupakan kejahatan.

" Hoaks itu harus kita waspadai, itu kan memfitnah," kata Sultan kepada wartawan di kantor Kepatihan, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa (6/6/2017).

Sultan menilai, menangkal berita hoaks dan ujaran kebencian itu bukan lagi peran pemerintah. Masyarakat sendiri yang harus memiliki kemampuan menangkal dan mencegah penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian khususnya di media sosial.

"Jangan apa-apa aparat. Masyarakat harus berani mengatakan tidak setuju. Masyarakat harus punya kemampuan men-screening dengan sendirinya," ujar Sultan usai bertemu dengan Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) perwakilan Yogyakarta.


Baca juga: Cegah Persekusi, Anak di Bawah Umur Disarankan Tak Bermain Media Sosial

Hal senada juga dikatakan Koordinator Mafindo perwakilan Yogyakarta, Ernawati, usai bertemu dengan Sultan di kantor Kepatihan.

Ia menyambut baik sikap MUI yang mengharamklan pemakaian media sosial untuk konten berita bohong dan ujaran kebencian yang mengarah pada upaya adu domba masyarakat.

"Kalau persoalan fatwa itu kembali ke masyarakat, tapi kami mendukung penuh isi dari fatwa karena kami dari masyarakat antifitnah dan kami mencoba mengedukasi dan mencegah masyarakat supaya konten negatif di media sosial tidak melebar," kata Ernawati.

Terkait dengan penangkalan berita hoaks dan ujaran kebencian, Ernawati menyebut, pihaknya juga tengah meminta dukungan Pemerintah Provinsi (Pemrprov) DIY.

Mafindo berencana melakukan penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian di DIY dengan cara edukasi dan literasi.

"Kami buat publikasi suatu program seperti seminar atau ceramah di sekolah dan universitas. Kami masuk ke grup dengan melakukan edukasi langsung ke sasaran. Kami juga ada tim untuk mengkounter berita hoaks dengan data, tim itu nanti yang langsung berikan pengertian sebenarnya jika ada berita hoaks," kata Ernawati.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Rony Primanto Hari, mengatakan, Fatwa MUI nomor 24 tahun 2017 itu melengkapi aturan yang sudah ada di UU Informasi Transaksi Eletronik (ITE).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Denny Indrayana Kembalikan Formulir Pendaftaran Cagub Kalsel ke Partai Nasdem

Denny Indrayana Kembalikan Formulir Pendaftaran Cagub Kalsel ke Partai Nasdem

Regional
Korban Penusukan di Pasar Kreneng Denpasar Meninggal Dunia

Korban Penusukan di Pasar Kreneng Denpasar Meninggal Dunia

Regional
Fakta Kasus Balita 3 Tahun yang Tewas Dianiaya Pacar Ibunya, Mengaku Kesal hingga Ditemukan Luka di Tubuh

Fakta Kasus Balita 3 Tahun yang Tewas Dianiaya Pacar Ibunya, Mengaku Kesal hingga Ditemukan Luka di Tubuh

Regional
Siswi SMP Korban Pencabulan Guru Les Alami Trauma dan Berhenti Sekolah Sementara

Siswi SMP Korban Pencabulan Guru Les Alami Trauma dan Berhenti Sekolah Sementara

Regional
Tokoh Adat Minta Foto 2 Bule yang Lecehkan Tempat Suci di Bali Tak Diviralkan

Tokoh Adat Minta Foto 2 Bule yang Lecehkan Tempat Suci di Bali Tak Diviralkan

Regional
Curi Laptop dan Berusaha Melawan, Pemuda asal Indramayu Ditembak Polisi

Curi Laptop dan Berusaha Melawan, Pemuda asal Indramayu Ditembak Polisi

Regional
Geledah 2 Rumah Terduga Teroris di Sukoharjo, Densus 88 Amankan Buku Jihad

Geledah 2 Rumah Terduga Teroris di Sukoharjo, Densus 88 Amankan Buku Jihad

Regional
Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Regional
Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Regional
Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Regional
Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Regional
Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Regional
Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Regional
Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Regional
Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X