Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan DIY, Nelayan Evakuasi Kapal

Kompas.com - 05/06/2017, 09:22 WIB
Nelayan pantai Baron mengevakuasi kapalnya Kompas.com/Markus YuwonoNelayan pantai Baron mengevakuasi kapalnya
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena gelombang tinggi menerjang pantai Selatan Yogyakarta. Sejumlah kapal nelayan dievakusi ke tempat tinggi, Senin (5/6/2017).

Dari pantauan Kompas.com di Pantai Baron, Kemadang, Kecamatan Tanungsari, nelayan sudah mengevakuasi kapal sejak Minggu (4/6/2017) petang.

"Sejak kemarin sudah diamankan ke lokasi yang lebih tinggi, karena adanya peningkatan gelombang yang mencapai 17 feet," kata koordinator SAR Satlinmas Korwil II, Marjono.

Baca juga: Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jateng-Yogyakarta

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban, pihaknya sudah menyebarkan pengumuman di seluruh titik pendaratan nelayan dan wisata sejak beberapa hari lalu. Sejumlah nelayan juga diimbau untuk mengamankan kapalnya ke lokasi lebih tinggi untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan.

"Pedagang yang berada dekat dengan laut sudah diimbau untuk mengamankan barang," ucapnya.

Sementara di Pantai Sepanjang, Kemadang, Tanjungsari, sejumlah pedagang mengamankan barang dagangannya dari lapak yang terletak tepat di pinggir pantai.

"Ombaknya meningkat sejak semalam," katanya.

Sementara itu, Koordinator Pos Klimatologi dan Geofisika pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta, Joko Budiono, menjelaskan, tingginya gelombang di kawasan Samudera Hindia karena penguruh angin timuran yang menguat.

Baca juga: Gelombang Tinggi di Pantai Selatan Gunungkidul, Air Laut Masuk ke Warung

Angin timuran merupakan angin yang berasal dari wilayah Australia yang bertiup ke pesisir selatan Jawa. Akibatnya, tinggi gelombang mencapai 2-4 meter dengan kecepatan angin di sekitar pesisir Jawa mencapai 10 sampai 20 knot.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi Nadine Akhirnya Meninggal, Keluarga Berterima Kasih untuk Pembaca Kompas.com

Bayi Nadine Akhirnya Meninggal, Keluarga Berterima Kasih untuk Pembaca Kompas.com

Regional
Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Regional
Libur Panjang, Pengunjung 'Rest Area' Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Libur Panjang, Pengunjung "Rest Area" Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Regional
Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Regional
Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Regional
Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Regional
Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Regional
AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

Regional
Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Regional
Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Regional
Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Regional
Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Regional
Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X