Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/06/2017, 05:40 WIB
Kontributor Yogyakarta, Teuku Muhammad Guci Syaifudin

Penulis

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menjadi narasumber dalam acara bertajuk Safari Ilmu di Bulan Ramadhan (Samudra) di Masjid UGM, Jalan Olahraga, Kabupaten Sleman, Minggu (4/6/2017) malam.

Sebelum menjadi narasumber, orang nomor satu di Jabar itu juga menunaikan salat isya dan tarawih bersama ratusan mahasiswa UGM.

Baca juga: Aher: Aksi Terorisme Itu Kejahatan Kemanusiaan Terbesar

Dalam acara itu, Aher, sapaan akrabnya, menjawab kegalauan mahasiswa yang prihatin dengan kondisi politik saat ini.

Ia pun mengajak mahasiswa UGM dan semua pemuda untuk menjadi penyebar kebaikan di tengah kondisi politik yang tidak menentu saat ini.

Sebab, menurut Aher, mahasiswa merupakan manusia masa depan yang harus bersikap dewasa dan mampu meredam gejolak politik yang terjadi akhir-akhir ini.

"Bukan mengeruhkan suasana, tapi kemudian suasana itu didamaikan dan didinginkan dengan cara mengemukakan yang baik dan mengajak persatuan dan kesatuan," kata Aher.

Aher mengatakan, mahasiswa harus bisa menjadi penangkal dan penyaring berita bohong dan perundungan atau hoax yang akhir-akhir ini makin marak beredar di media sosial atau kehidupan sehari-hari untuk meredam gejolak politik yang terjadi saat ini.

Jangan sampai, lanjutnya, mahasiswa justru menyebarkan berita bohong dan melakukan perundungan tersebut, terutama ke media sosial.

"Jangan sebarkan lagi, karena itu sama saja menjadi pelaku (menyebarkaluaskan)," ucap Aher.

Aher pun mengajak mahasiswa UGM untuk menjadikan media sosial sebagai berkah untuk kemajuan bangsa Indonesia. Menurutnya, mahasiswa harus mengoreksi dan meluruskan berita bohong dan perundungan yang terjadi di media sosial.

Dengan begitu, ia yakin kedamaian, persatuan, dan kesatuan bangsa Indonesia terus semakin kokoh.

"Kemajuan teknologi informasi itu harus betul-betul diarahkan dan digunakan untuk kemajuan bukan untuk keburukan, apalagi perpecahan," ucap Aher.

Selain itu, mahasiswa tidak perlu bersikap reaktif jika mendapatkan berita bohong atau mengalami perundungan. Apalagi sampai memberikan komentar yang justru mengarah ke perdebatan tak berujung.

Menurutnya, mahasiswa harus bersikap bijaksana dengan cara menyampaikan berita yang baik di media sosial atau dalam kehidupan sehari-hari.

"Sederhana kata kuncinya, katakan yang baik, kalau tidak bisa, diam. Selesai, kalau seluruh pemuda begitu, aman. Esok hari media sosial juga tidak ada masalah apa-apa," kata Aher.

Baca juga: Aher Sebut Pertumbuhan Ekonomi Jabar Tertinggi di Jawa

Aher menambahkan, semua mahasiswa di Indonesia, khususnya UGM, harus membangun bersama-sama dalam bingkai kebersamaan, kebinekaan, dan keikaan. Selain itu, mahasiswa juga harus bisa menghadirkan Indonesia jaya, kemakmuran, rasa aman, dan kedamaian.

"Caranya dengan melakukan berbagai kegiatan yang ujungnya sampai ke kemakmuran yang berkeadilan, dan keadilan yang berkemakmuran dengan membangun bersama meski terdapat keberagaman," ucap Aher.

Kompas TV Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengunjungi Kantor Kelurahan Kalibaru, Bekasi, Jawa Barat, yang menjadi posko pengungsian warga korban banjir, Aher juga memberikan bantuan dengan membangun kolam retensi dan mengaktifkan mesin pompa air. Dalam tinjauannya, Gubernur Ahmad Heryawan Menjelaskan, Provinsi Jawa Barat bersama dengan pemerintah Kota Bekasi, bersinergi untuk melakukan antisipasi bencana banjir. Selama 4 hari, beberapa pemukiman dan jalan utama di Kota Bekasi dikepung banjir akibat derasnya hujan dan meluapnya aliran kali sungai bahkan, tanggul di Perumahan Harapan Baru 2 jebol akibat tidak kuat menahan debit air yang tinggi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com