Santri Kiai Mahfudz Pernah Sambut Dubes Inggris dengan "Havenu Shalom"

Kompas.com - 29/05/2017, 11:15 WIB
Duta besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik (berkacamata) berbincang dengan KH Muhamad Ridwan LC, pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro, desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (24/2/2016) siang. Kompas.com/ Syahrul MunirDuta besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik (berkacamata) berbincang dengan KH Muhamad Ridwan LC, pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro, desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (24/2/2016) siang.
|
EditorReni Susanti

UNGARAN, KOMPAS.com - Pondok Pesantren Edi Mancoro yang diasuh KH Mahfudz Ridwan merupakan salah satu pesantren yang mengajarkan tentang pluralisme.

Tak heran jika sejumlah komunitas lintas iman dan kelompok dialogis pluralis seperti jaringan Gusdurian menjadikan ponpes Edi Mancoro ini sebagai "basecamp" kegiatan mereka.

Ketokohan dan ajaran sahabat karib Gus Dur ini menarik perhatian Dubes Inggris untuk Indonesia, Muazzam Malik. Maka pada Rabu (24/2/2016) pagi, Muazzam Malik mengunjungi Pondok Pesantren Edi Mancoro.

Kedatangan Muazzam saat itu disambut meriah oleh ratusan santri dengan melambaikan bendera kedua negara. Tak hanya itu, saat memasuki aula pesantren, Muazzam disuguhi lagu "Shalawat Global" dengan aransemen khas gamelan jawa yang dimainkan oleh para santri yang tergabung dalam band SK (Seloso Kliwon).


"Havenu shalom, shalom aleikhem, shalom, shalom aleikhem. Havenu shalom, shalom aleikhem, shalom, shalom aleikhem. Shalom, shalom aleikhem. Alaika salam alaikum. Alaika salam alaikum. Alaika salam, salam, salam alaikum…" demikian liriknya.

"Bagus, bagus," kata Muazzam, wajahnya diliputi senyuman.

(Baca juga: Di Hadapan Santri, Dubes Inggris Sebut Indonesia Negara Penting bagi Dunia)

 

Menurut salah satu vokalis band SK, Yaqi (20), Shalawat Global berasal dari lagu gereja berbahasa ibrani berjudul "Havenu Shalom" yang digubah oleh budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dengan mengubah liriknya pakai bahasa Arab dan menyisipkan shalawat nabi di dalamnya.

Konon, lagu "Havenu Shalom" sangat populer di kalangan orang Israel maupun umat Kristiani. Bagi orang Yahudi, Shalom Aleikhem adalah lagu adat dinyanyikan pada malam Sabtu (Sabbath Yahudi) dengan sangat gembira dan penuh suka cita.

"Intinya dari lagu Shalawat Global ciptaan Cak Nun ini adalah salam perdamaian. Grup musik kami memang suka menyanyikan lagu-lagu Kiai Kanjengnya Cak Nun setiap Selasa Kliwon, makanya kita namanya band SK," kata Yaqi.

(Baca juga: Wafatnya Kiai NU Ini Didoakan Umat Katolik dalam Perayaan Ekaristi)

 

Dalam kesempatan itu, Muazzam berbincang hangat dengan pengasuh Ponpes Edi Mancoro, KH Mahfudz Ridwan Lc. Mereka terlibat perbincangan mengenai praktik keislaman di Indonesia dan peran pondok pesantren dari masa ke masa. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X