Kompas.com - 27/05/2017, 06:26 WIB
Warga Menyiapkan nasi dengan Lauk Tongseng di Masjid Al-Fath Dusun Kedondong, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, Jumat 26/5/2017 Malam  Kompas.com/Markus YuwonoWarga Menyiapkan nasi dengan Lauk Tongseng di Masjid Al-Fath Dusun Kedondong, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, Jumat 26/5/2017 Malam
|
EditorBayu Galih

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Tradisi unik di awal Ramadhan dilakukan masyarakat dusun Kedon, desa Sumbermulyo, kecamatan Bambanglipuro, kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Misalnya di Masjid Al-Fath di RT 05, Dusun Kedon, seluruh jemaah menikmati makan malam dengan menu tongseng ayam setelah melaksanakan tarawih, Jumat (26/5/2017) malam.

Puluhan piring berisi tongseng ayam yang dipersiapkan ibu-ibu, dibagikan kepada jemaah. Setelah itu, jemaah berdoa dan dilanjutkan makan bersama.

Takmir Masjid Al-Fath, Sidratul Muntoha menyampaikan, tradisi makan bersama awal Ramadhan ini sudah dilakukan sejak lama.

Namun, pada masa-masa sebelumnya, makan bersama ini diberi nama "megonoan", atau makan bersama dengan menu nasi megono.

Nasi megono adalah nasi dengan gudangan (urap sayuran), dengan lauk telur dan parutan kelapa. Hidangan disajikan menggunakan daun pisang.

"Dulu minumnya air dicampur gula jawa dan daun serai," kata Muntoha.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Muntoha menceritakan, sejak beberapa tahun terakhir menu makan diganti tongseng ayam, hingga berbagai hidangan lainya yang lebih modern. Selain itu, warga sudah menggunakan piring sebagai media penyajiannya.

Tidak ada iuran saat warga menggelar acara ini. Sebagian besar warga membawa kebutuhan mulai dari kayu bakar hingga beras secara kolektif. Mereka bahu membahu menyiapkan segala kebutuhan.

Meski tidak ada hitungan pasti jumlah jemaah yang datang, tetapi panitia sudah menyiapkan menu dalam jumlah yang cukup.

Meski dari menu dan cara penyajian berbeda dari tradisi sebelumnya, namun tak mengubah tujuan dari acara makan bersama yang dilakukan.

"Yang utama sebagai bentuk silaturahmi antar warga," ucap Muntoha.

Salah seorang warga, Mawan mengatakan, tradisi ini untuk mempererat persaudaraan antar warga. Diakuinya, menu berubah sejak beberapa tahun terakhir.

"Kadang sampai borong gerobak bakso," ucapnya.

(Baca juga: Pembagian Kue Apem Jadi Tradisi Sambut Ramadhan di Surabaya)

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X