HNSI Keluhkan Akses Modal Nelayan, Menteri Susi Janjikan Kemudahan KUR

Kompas.com - 21/05/2017, 23:23 WIB
Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan perwakilan HSNI saat peringatan HUT ke-44 HSNI di Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta, Minggu (21/5/2017) Kompas.com/Markus YuwonoMenteri KKP Susi Pudjiastuti dan perwakilan HSNI saat peringatan HUT ke-44 HSNI di Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta, Minggu (21/5/2017)
|
EditorAmir Sodikin

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia negeri maritim yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, mencapai 99.093 kilometer. Namun hingga kini nelayan Indonesia masih merasakan minimnya fasilitas bagi mereka.

Salah satu indikator fasilitas itu, di antaranya, misalnya, di Indonesia baru memiliki 500-an pelabuhan dan 200 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).

Hal itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Nelayan Seluruh Nelayan Indonesia ( HNSI) Yussuf Solichien dalam puncak peringatan HUT ke-44 HNSI di Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta, Minggu (21/5/2017).

Hadir dalam acara tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Baca juga: Menteri Susi: Panggil Saya "Doktor Honoris Causa", Saya Tenggelamkan 

 

Yussuf menyampaikan, sebagai negara yang mendeklarasikan poros maritim, saat ini nelayan Indonesia masih berkutat pada masalah klasik, di antaranya masalah sulitnya akses permodalan.

"KUR (Kredit Usaha Rakyat) sulit diakses, harus pakai agunan, sementara kapal tidak bisa diagunkan," katanya.  Untuk itu pihaknya meminta kepada pemerintah untuk memudahkan akses perkreditan.

Selain itu bahan bakar sebagai modal utama nelayan saat ini juga tak mudah diakses nelayan. "Sebanyak 40 sampai 70 persen biaya operasi nelayan merupakan BBM. Idealnya saat ini yang dibutuhkan setidaknya ada 2.000 SPBN," kata Yussuf.

Saat ini baru ada 500-an pelabuhan perikanan, jauh tertinggal dari Jepang. Padahal, Jepang hanya memiliki 33.000 kilometer garis pantai atau sekitar sepertiganya garis pantai Indonesia, tetapi memiliki hingga 3.000 pelabuhan perikanan.

Menanggapi hal itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait termasuk Menteri Keuangan dan Menteri BUMN untuk memudahkan KUR.

"Kita akan meningkatkan kerjasama dengan pihak perbankan. Saya akan melakukan pertemuan kembali. Karena sebetulnya program deregulasi ekonomi KUR harus didukung, dan terutama orientasi kita kemaritiman, ya kita akan ingatkan kembali Menteri Keuangan, Menteri BUMN, untuk bisa membantu KUR untuk nelayan," katanya.

Di dalam Kementrian Kelautan dan Perikanan sendiri sudah memiliki Badan Layanan Umum (BLU), melalui koperasi yang nantinya digunakan untuk membantu nelayan menyiapkan modal dan membeli hasil nelayan.

Untuk permasalahan SPBN, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementrian BUMN untuk meminta pertamina menyediakan SPBE. "Tahun ini kita banyak, ada 50-an (unit) di pulau terluar. Target saya dari 2.000 kebutuhan mudah-mudahan dalam tiga tahun ke depan bisa (menambah) 500-lah, kalau pertamina tidak mampu kita minta BUMN bisa bantu," tandasnya.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pangdam Siliwangi dan Kapolda Banten Akan Turunkan Baliho Tak Berizin

Pangdam Siliwangi dan Kapolda Banten Akan Turunkan Baliho Tak Berizin

Regional
Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Regional
Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Regional
Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Regional
Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Regional
Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Regional
Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Regional
Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Regional
Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Regional
Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Regional
Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Regional
Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Sumbangkan Warisan Naskah Kuno Diduga Berusia 200 Tahun, Ini Harapan Rasiti

Regional
KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

KPK Tangkap Menteri Edhy, Pukat UGM Sebut Penangkapan Level Tinggi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Diperkosa 10 Pria, 2 Pelaku Tokoh Masyarakat | Mobil Avanza Dibarter Bunga Keladi

[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Diperkosa 10 Pria, 2 Pelaku Tokoh Masyarakat | Mobil Avanza Dibarter Bunga Keladi

Regional
Waspada DBD di Riau, Tercatat 33 Orang Meninggal Dunia

Waspada DBD di Riau, Tercatat 33 Orang Meninggal Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X