14 Taruna Akpol Tersangka Tewasnya Adam Dijerat Pasal Penganiayaan

Kompas.com - 21/05/2017, 08:13 WIB
Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono Kontributor Semarang, Nazar NurdinKapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono
|
EditorKrisiandi

SEMARANG, KOMPAS.com - Kasus tewasnya taruna Akpol tingkat II Brigdatar Muhammad Adam dipastikan berlanjut ke ranah pidana.

Sebanyak 14 orang taruna senior Adam dijadikan tersangka. Ke-14 taruna itu dijerat pasal penganiayaan.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, ada peran dan tugas yang berbeda-beda dilakukan para tersangka untuk "menghukum" taruna juniornya.

Para taruna itu ada yang berperan sebagak eksekutor yang memukuli Adam hingga tewas, ada yang memberi arahan, ada juga yang mengawasi ruangan agar pemberian hukuman tidak diketahui pembina atau pengasuh di Akpol.

(Baca: Ini Peran 14 Tersangka Penganiayaan Taruna Akpol hingga Tewas)

"Dijerat dengan Pasal 170 subsider 351 ayat 3 jo Pasal 55 dan Pasal 46 KUHP," kata Condro, dalam gelar perkara di Mapolda Jateng, Sabtu malam.

Pasal 170 KUHP berbunyi: "Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan"

Sementara Pasal 351 ayat 3 KUHP memuat tentang penganiayaan. Ayat 3 di pasal 351 KUHP juga berhubungan dengan ayat sebelumnya.

Pasal 351 ayat 1 berbunyi "Penganiayaan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500"

Sementara ayat (3) berbunyi: "Jika perbuatan itu menjadikan mati orangnya, dia dihukum penjara selama-lamanya tujuh tahun"

(Baca: 14 Taruna Akpol Ditetapkan Jadi Tersangka Penganiayaan Junior hingga Tewas)

Condro mengatakan, para taruna senior menganiaya Adam di sebuah gudang yang tak terpakai di flat A Kompleks Akpol.

"Gudang berukuran sekitar 4x8 meter," tambahnya.

Hadir dalam jumpa pers ini Gubernur Akpol Irjen Anas Yusuf, perwakilan Kompolnas, Tim Mabes Polri, bidang Propram, Irwasda, dan Diskrimum Polda Jateng.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X