6 Siswa MTS Tewas Tenggelam Saat "Outbound", Penyelenggara Sebut Tak Ada Kegiatan Berenang

Kompas.com - 18/05/2017, 22:23 WIB
|
EditorErlangga Djumena

GRESIK, KOMPAS.com – Sebanyak enam saksi sudah dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan, seputar acara outbound  yang merenggut enam nyawa siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mambaus Sholihin di lahan bekas tambang kapur, Kamis (18/5/2017).

Pihak pondok pesantren maupun sekolah menyatakan, agenda outbound tersebut masuk dalam kurikulum baru sekolah berupa ekstrakulikuler, yang dilakukan secara rutin minimal satu tahun sekali untuk mengenalkan siswa kepada lingkungan sekitar.

“Sebagai pengurus pondok pesantren, yang saya ketahui memang ada acara outbound bagi sekolah, minimal itu setahun sekali. Jadi antara pondok pesantren dengan MTs, juga sudah ada komunikasi mengenai outbound tersebut,” ujar Miftahul Hadi (23), salah pengurus pondok pesantren Mambaus Sholihin, Kamis (18/5/2017).

Hanya saja dirinya tidak mengetahui, seperti apa agenda perjalanan yang dibuat dalam acara tersebut. Miftahul mengaku, hanya mengetahui bila outbound tersebut dilaksanakan di lahan bekas tambang kapur, yang lokasinya tidak jauh dari area pondok pesantren dan MTs.

“Makanya, saya juga tidak tahu kejadian secara pastinya. Tadi saya hanya dikabari oleh salah seorang pembina acara, bahwa ada yang tenggelam. Tapi saat sudah berada di sini, korban sudah dibawa ke rumah sakit dan ternyata meninggal dunia,” ucapnya.

Sementara Sudarsono (19) yang turut diperiksa pihak kepolisian sebagai pembina acara outbound tersebut mengaku, dirinya dan rekan-rekannya sudah berupaya dan bekerja maksimal untuk menjaga acara. Termasuk, menyiapkan rute yang aman untuk dilalui para siswa kelas sembilan MTs Mambaus Sholihin dalam acara tersebut.

Sudarsono juga mengatakan, sebenarnya tidak ada rangkaian acara sampai mengharuskan siswa berenang, yang hingga mengakibatkan keenam siswa tenggelam dan akhirnya meninggal dunia.

“Dalam acara outbound ini, sebenarnya kami hanya menyiapkan rute dengan berjalan kaki saja, dengan melintasi lahan galian bekas tambang kapur. Namun di beberapa titik, sengaja kami buat ada tantangannya dengan membuat rintangan dari tali plastik,” tutur Sudarsono.

“Saat berada di titik lima, beberapa siswa yang sedang menunggu teman-temannya melintas, kemudian ada yang bercanda sampai ke tengah lahan bekas galian. Di situ sambil berdorong-dorongan ada sepuluh siswa yang kecebur dan tenggelam,” kata dia.

Saat itulah para siswa maupun pembina acara tersebut mulai panik, dengan dilingkupi rasa kekhawatiran tinggi. Empat siswa selamat, sementara enam siswa lainnya tewas.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.