Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/05/2017, 18:50 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com - Sejauh ini tidak pernah ada organisasi massa Hizbut Tahrir (HTI) yang secara resmi tercacat di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Magelang, Jawa Tengah.

Namun, justru spanduk-spanduk yang mengatasnamakan HTI banyak beredar di wilayah ini.

Eri Widyo Saptoko, kepala Kesbangpol Kota Magelang mengungkapkan, sejauh ini tidak ada ormas bernama HTI yang terdata di instansinya, bahkan pendaftaran dan audiensi pun belum pernah ada.

“Di Kota Magelang tidak ada ormas HTI. Tapi sempat ada spanduk berisi kata-kata provokatif yang beredar berasal dari HTI," ujar Eri ditemui, Selasa (9/5/2017).

Baca juga: Koordinator Kontras Sebut Upaya Pembubaran HTI Tebang Pilih

Eri menerangkan, selain berisi ujaran provokatif, spanduk-spanduk itu juga ilegal karena pemasangannya tidak melalui izin pihak berwenang.

Dari pantauannya, spanduk itu muncul beberapa waktu lalu di sejumlah titik strategis. Seperti di sekitar Kelenteng TITD Liong Hok Bio, Alun-alun Kota Magelang, Ngesengan, Kebonpolo, ruas Jalan Piere Tendean, dan lainnya.

Eri mengaku, saat hendak ditertibkan, spanduk-spanduk itu kerap hilang tanpa sepengetahuan petugas.

“Mereka pintar, karena ketika kami akan menurunkan spanduk itu, secara cepat menghilang dan secara cepat pula muncul di titik lain. Ibarat kucing-kucingan, kami cari di satu titik, ternyata adanya di titik lain. Sehingga, kami tidak bisa menyita spanduk itu,” paparnya.

Eri mengungkapkan, beberapa bulan lalu sempat ada surat izin dan proposal masuk dari ormas HTI terkait rencana aksi damai mereka di Alun-alun Kota Magelang. Surat dan proposal ini sempat pula dikirimkan ke Polres Magelang Kota.

Hanya saja, permohonan mereka ditolak setelah melalui pertimbangan kepolisian dan pihak-pihak lain. Aksi mereka dinilai bisa menimbulkan keresahan masyarakat.

"Kami melarang rencana aksi tersebut yang rencananya berupa konvoi dari Muntilan ke Kota Magelang. Kami melarang, karena dinilai bisa membuat keresahan masyarakat,” katanya.

Baca juga: Menteri Agama: Pembubaran HTI karena Dinilai sebagai Gerakan Politik

Eri menyatakan akan bertindak tegas jika benar ada rekomendasi pembubaran dari pemerintah pusat. Namun sejauh ini, pihaknya masih menunggu perkembangan selanjutnya.

“Kalau ke depan nanti ada sinyalemen ormas tersebut beraktivitas di kota atau bahkan mendaftarkan diri di Kesbangpol, kami akan tegas melarangnya,” tegasnya.

Kompas TV Tanggapan GP Ansor Soal Pembubaran HTI
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.