Mabuk, Oknum TNI Aniaya Seorang IRT dan Obrak-abrik Kios Korban

Kompas.com - 17/03/2017, 08:59 WIB
Ilustrasi pemukulan. Kompas.com/ EricssenIlustrasi pemukulan.
|
EditorFarid Assifa

KUPANG, KOMPAS.com - Yuliana, seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dianiaya oleh seorang oknum TNI berinisial RP.

Tak terima dengan penganiayaan itu, Yuliana bersama sang suami, Ahmadsyah kemudian melapor ke Kepolisian Sektor Lobalain dan juga komando distrik setempat.

Ahmadsyah kepada sejumlah wartawan mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (16/3/2017) malam sekitar pukul 20.30 Wita.

Ahmadsyah menjelaskan, selain menganiaya istrinya yang tengah menggendong seorang putri mereka, oknum TNI itu juga merusak kios mereka.

Baca juga: Oknum TNI Terlibat Pelecehan Seksual di Sumbar, Ini Kata Panglima

Ahmadsyah meceritakan, peristiwa itu bermula ketika ia sedang duduk bersama istrinya di depan teras rumah. Tak berselang lama, RP yang pada saat itu sedang mengonsumsi minuman keras di samping rumahnya kemudian memanggil Ahmadysah.

Ajakan RP itu ditolak Ahmadsyah, sehingga membuat RP marah dan melempar botol minuman teh Pucuk ke Ahmadsyah. Meski mendapat perlakuan kasar, namun Ahmadsyah tak memberi respons, sehingga membuat RP semakin marah. Pelaku kemudian menghampiri kediaman Ahmadsyah dan langsung melakukan perusakan di dalam kios korban dengan cara menggulingkan lemari pendingin. Akibatnya semua barang jualan di dalam kios pun rusak.

“Dia (RP) lalu ambil sapu lantai yang terbuat dari alumunium dan pukul ke arah anak saya yang sedang digendong oleh istri saya. Namun karena istri saya menghalangi, sehingga dia pukul ke wajah istri saya sampai gagang sapu patah,” kata Ahmadsyah kesal.

Setelah melakukan penganiayaan dan merusak kios, RP kemudian melarikan diri, karena warga sekitar mulai berdatangan.

Ahmadsyah yang kesal selanjutnya bersama Yuliana yang menderita bengkak di bagian jidat mendatangi Markas Polsek Lobalain untuk melaporkan kejadian tersebut.

Kepala Kepolisian Resor Rote Ndao, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Murry Miranda membenarkan kejadian itu, dan pihaknya hanya menerima laporan untuk kepentingan visum.

“Semalam sudah kita serahkan semuanya ke Provost Kodim 1627 Rote Ndao, karena kewenangan mereka untuk proses masalah adanya pelanggaran atau pidana di TNI,” kata Murry kepada Kompas.com, Jumat (17/3/2017) pagi.

Baca juga: BNN Dalami Keterlibatan Oknum TNI dalam Penyelundupan Narkotika di Medan

Sementara itu dihubungi secara terpisah, Komandan Kodim 1627 Rote Ndao Letkol Budiono belum menjawab pertanyaan wartawan melalui pesan singkat. Begitu juga Kepala Seksi Penerangan Korem 161 Wira Sakti Kupang, Mayor Armed Ida Bagus Diana Sukertia belum membalas pesan singkat yang dikirim Kompas.com.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinas Perlindungan Anak Dampingi Siswi SMK Korban Pemerkosaan 7 Pemuda

Dinas Perlindungan Anak Dampingi Siswi SMK Korban Pemerkosaan 7 Pemuda

Regional
Cenderamata Lapik Koto Dian, dari Kursi Depati hingga Pelaminan

Cenderamata Lapik Koto Dian, dari Kursi Depati hingga Pelaminan

Regional
Puting Beliung Landa Dua Desa di Bondowoso, Mushala dan Rumah Rusak

Puting Beliung Landa Dua Desa di Bondowoso, Mushala dan Rumah Rusak

Regional
'Ketika Dia Datang Bersama Keluarganya Meminta Saya ke Nenek, Saya Mau Diajak Menikah'

"Ketika Dia Datang Bersama Keluarganya Meminta Saya ke Nenek, Saya Mau Diajak Menikah"

Regional
Libur Panjang, Kendaraan Besar Dilarang Melintasi Jalur Puncak

Libur Panjang, Kendaraan Besar Dilarang Melintasi Jalur Puncak

Regional
2 Anggota Timses Cabup Purbalingga Meninggal akibat Covid-19

2 Anggota Timses Cabup Purbalingga Meninggal akibat Covid-19

Regional
Sajadah Imam Masjid Dibakar ODGJ, Pelaku Sudah 2 Kali Berbuat Serupa

Sajadah Imam Masjid Dibakar ODGJ, Pelaku Sudah 2 Kali Berbuat Serupa

Regional
Pelaku Pembacok Anggota DPRD Jeneponto Terancam 10 Tahun Penjara

Pelaku Pembacok Anggota DPRD Jeneponto Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
3 Sungai Meluap, Kota Bandung Diterjang Banjir, Kendaraan Terbawa Arus

3 Sungai Meluap, Kota Bandung Diterjang Banjir, Kendaraan Terbawa Arus

Regional
Staf KPU Wonogiri Ditemukan Meninggal dalam Kamar Hotel di Solo

Staf KPU Wonogiri Ditemukan Meninggal dalam Kamar Hotel di Solo

Regional
7 Fakta Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Viral di Medsos hingga Berujung Permohonan Maaf

7 Fakta Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Viral di Medsos hingga Berujung Permohonan Maaf

Regional
Zona Merah di Banjarmasin Tersisa Satu Kelurahan

Zona Merah di Banjarmasin Tersisa Satu Kelurahan

Regional
BKSDA Jember Evakuasi Dua Ekor Kucing Hutan di Kaki Gunung Argopuro

BKSDA Jember Evakuasi Dua Ekor Kucing Hutan di Kaki Gunung Argopuro

Regional
Mbo Gentong, Pelestari Adat Kelahiran Anak Suku Bajau di Teluk Tomini

Mbo Gentong, Pelestari Adat Kelahiran Anak Suku Bajau di Teluk Tomini

Regional
Siswi SMP di Lombok yang Dinikahi Remaja 17 Tahun: Saya Tahu Masih Sekolah...

Siswi SMP di Lombok yang Dinikahi Remaja 17 Tahun: Saya Tahu Masih Sekolah...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X