Garuda Wisnu Kencana, Kawasan Bukit Kapur yang Dilirik Raja Salman

Kompas.com - 05/03/2017, 11:46 WIB
Patung kepala garuda di kawasan GWK Bali KOMPAS.COM/Ira RachmawatiPatung kepala garuda di kawasan GWK Bali
|
EditorErlangga Djumena

BADUNG,KOMPAS.com - Kawasan Garuda Wisnu Kencana yang berada di Tanjung Nusa Dua Kabupaten Badung di sebut-sebut akan dikunjungi Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud selama berlibur ke Bali.

Di taman wisata yang berjarak sekitar 40 kilometer sebelah selatan Denpasar terdapat patung garuda dan juga patung dewa Wisnu karya pematung terkenal Bali I Nyoman Nuarta.

Dewa Wisnu dalam agama Hindu adalah Dewa Pemelihara. Patung Dewa Wisnu yang ada di GWK terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton dengan tinggi 75 meter dan 60 meter.

"Nanti jika patungnya sudah jadi akan terlihat Dewa Wisnu yang sedang menunggangi Garuda setinggi 120 meter. Tahun 2018 akan dimulai lagi penggarapanya," jelas Kadek salah satu pemandu wisata kepada Kompas.com.


KOMPAS.COM/Ira Rachmawati Kawasan Garuda Wisnu Kencana yang rencanya akan dikunjungi Raja Salman saat berlibur ke Bali
Kawasan Garuda Wisnu Kencana sendiri berada di ketinggian 146 meter di atas permukaan tanah. "Tanah disini batu kapur jadi memang panas sekali cuacanya tapi pemandangannya indah bisa melihat Bali dari ketinggian," tambahnya.

Di sebelah patung Dewa Wisnu ada mata air yang dipercaya memiliki kekuatan magis untuk menyembuhkan penyakit. Fenomena alam tersebut dianggap keajaiban karena sumber mata air tersebut tidak pernah kering dan muncul dari bukit kapur yang berada di daerah yang tinggi.

"Banyak yang berdoa di Parahyangan Somaka Giri, sumber mata air yang tidak pernah kering. Hanya saja perempuan yang datang bulan dilarang masuk kedalam area sana," jelasnya.

Sementara di belakang patung Dewa Wisnu terdapat patung Garuda yang memiliki tinggi 18 meter. Di depannya ada lorong besar dengan pilar batu kapur dan membentuk ruangan yang mampu menampung hingga 7.000 orang.

Di lokasi yang dikenal dengan Lotus Pond tersebut sering digelar acara besar seperti konser musik dan pertemuan bertaraf internasional. Untuk wisatawan yang datang juga bisa menikmati bioskop mini yang memutar film Garuda Cilik yang menceritakan kisah Dewa Wisnu dan Garuda.

KOMPAS.COM/Ira Rachmawati Patung dewa wisnu di kawasan GWK Bali
Selain itu ada Amphitheatre, tempat wisatawan melihat pertunjukan sendra tari Bali dan dapat berfoto dengan penari dan pemain musik.

Untuk masuk ke kawasan Garuda Wisnu Kencana, wisatawan domestik dikenai biaya tiket sebesar Rp 70.000 untuk sekali masuk.

Sementara itu I Wayan Sugiantara, Sales Operation Dept Head PT Garuda Adhimatra Indonesia, Garuda Wisnu Kencana Cultural Park kepada Kompas.com Jumat (3/3/2017) mengatakan, masih belum ada kepastian terkait kunjungan Raja Salman ke kawasan GWK.

Menurut dia,  jika memang sudah ada permintaan maka pihak manajeman akan menyiapkan segala hal yang dibutuhkan oleh rombongan Raja Salman.

"Kapan kepastiannya masih belum ada tapi paspampres sudah beberapa kali survei lokasi," katanya.

Selain ke kawasan Garuda Wisnu Kencana, Raja Salman dan rombongan dikabarkan akan menjungi Ubud dan juga kawasan Pura Uluwatu.

Raja Salman tiba di Bandara Ngurah Rai, Bali, Sabtu (4/3/2017) sekitar pukul 17.53 Wita, menggunakan pesawat khusus kepresidenan bertipe Boeing 74 dam disambut dengan 50 penari anak-anak yang menari pendet.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suguhkan Body Rafting, Desa Kertayasa Jadi Juara Desa Wisata Nusantara 2019

Suguhkan Body Rafting, Desa Kertayasa Jadi Juara Desa Wisata Nusantara 2019

Regional
Banjir di Limapuluh Kota Sumatera Barat, 187 Warga Mengungsi

Banjir di Limapuluh Kota Sumatera Barat, 187 Warga Mengungsi

Regional
Polisi Ungkap Prostitusi yang Tawarkan Siswi SMP di Kupang

Polisi Ungkap Prostitusi yang Tawarkan Siswi SMP di Kupang

Regional
PT KAI Waspadai 15 Titik Rawan Bencana Alam di Pelintasan Kereta Api

PT KAI Waspadai 15 Titik Rawan Bencana Alam di Pelintasan Kereta Api

Regional
Kisah Pilu Balita Aina yang Menderita Kanker Kulit Langka dan Tumor Ganas di Mata

Kisah Pilu Balita Aina yang Menderita Kanker Kulit Langka dan Tumor Ganas di Mata

Regional
Amankan Natal di Bandung, 2.300 Personel Diterjunkan

Amankan Natal di Bandung, 2.300 Personel Diterjunkan

Regional
Diancam Dibunuh, Bocah 14 Tahun Dicabuli Ayah Tiri Selama 4 Tahun

Diancam Dibunuh, Bocah 14 Tahun Dicabuli Ayah Tiri Selama 4 Tahun

Regional
Curi Baut Rumah Tahan Gempa, 2 Pemuda Pengangguran Ditangkap

Curi Baut Rumah Tahan Gempa, 2 Pemuda Pengangguran Ditangkap

Regional
Gunakan Gergaji dan Kain hingga Ingin Hadiri Pernikahan Anak, Ini 4 Fakta Kaburnya Tahanan Malang

Gunakan Gergaji dan Kain hingga Ingin Hadiri Pernikahan Anak, Ini 4 Fakta Kaburnya Tahanan Malang

Regional
Banjir dan Longsor, Pemkab Limapuluh Kota Tetapkan Tanggap Darurat 7 Hari

Banjir dan Longsor, Pemkab Limapuluh Kota Tetapkan Tanggap Darurat 7 Hari

Regional
Duduk Perkara Balita Hilang dari PAUD, Dugaan Dimakan Reptil hingga Ditemukan Tanpa Kepala

Duduk Perkara Balita Hilang dari PAUD, Dugaan Dimakan Reptil hingga Ditemukan Tanpa Kepala

Regional
Ayah Hamili Putri Kandung Usia 16 Tahun dan Membawanya Kabur

Ayah Hamili Putri Kandung Usia 16 Tahun dan Membawanya Kabur

Regional
Akibat Endapan Minyak Goreng, Pabrik Tahu Terbakar

Akibat Endapan Minyak Goreng, Pabrik Tahu Terbakar

Regional
Rebutan Pohon Mangga, Dua Tetangga Dibacok, Satu Tewas

Rebutan Pohon Mangga, Dua Tetangga Dibacok, Satu Tewas

Regional
Wali Kota Bandung Keluhkan Bandara Husein Seperti Makam, Ini Jawaban Pemprov Jabar

Wali Kota Bandung Keluhkan Bandara Husein Seperti Makam, Ini Jawaban Pemprov Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X