Chairul Tanjung Bangun Toko Swalayan, Risma Titip Produk UKM Dolly

Kompas.com - 24/02/2017, 16:50 WIB
Risma meresmikan Transmart di Surabaya, Jumat (24/2/2017) KOMPAS.com/Achmad FaizalRisma meresmikan Transmart di Surabaya, Jumat (24/2/2017)
|
EditorCaroline Damanik

SURABAYA, KOMPAS.com — Pengusaha Chairul Tanjung mendirikan toko swalayan modern di Surabaya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menitipkan sejumlah produk yang dibuat UKM dari warga eks Dolly di toko tersebut.

Selain produk makanan ringan, juga ada produk sepatu, tas, dan berbagai produk lainnya.

"Saya titip produk Dolly, Pak, biar bisa menjadi besar seperti produk yang lain," kata Risma saat pembukaan Transmart di Jalan Kalirungkut, Surabaya, Jumat (24/2/2017).

Risma memastikan produk UKM Dolly dan UKM Surabaya lainnya tidak kalah dengan kualitas produk lainnya yang sudah terkenal. Risma meminta para pengusaha tidak khawatir dengan banyaknya produk UKM Surabaya yang masuk ke swalayan besar.

"Justru jika ekonomi masyarakat Surabaya naik, maka daya jual mereka otomatis juga naik, dan produk-produk bermerek akan semakin laku terjual," tuturnya.

Swalayan yang dikembangkan perusahaan milik mantan Menko Perekonomian itu dilengkapi wahana permainan Trans Studio mini.

Sebelumnya, di Surabaya sudah ada lima toko swalayan yang dibangun PT Trans Retail itu. Transmart diklaim mempekerjakan 70 persen karyawan warga asli Surabaya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X