Polisi Tidak Temukan "File" Apa Pun di Komputer Panitia Diksar UII

Kompas.com - 07/02/2017, 17:09 WIB
Kontributor Surakarta, M Wismabrata Polisi membawa dua tersangka kasus meninggalnya tiga mahasiswa UII Jogja diperiksa di Polres Karanganyar, Selasa (7/2/2017).

KARANGANYAR, KOMPAS.com — Polisi Karanganyar tak menemukan file apa pun di dalam barang bukti laptop dan komputer yang disita dari Posko Mapala Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Polisi pun segera mengirimkan laptop dan komputer tersebut ke Mapolda Jawa Tengah untuk diselidiki lebih lanjut guna mengetahui apakah ada unsur kesengajaan dengan hilangnya barang bukti tersebut.

Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Rochmad Asyari, menjelaskan bahwa petugas sama sekali tidak menemukan secuil file di dalam laptop, CPU, dan kamera yang disita dari panitia The Great Camping 2017 Mapala Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

"Saya koordinasikan dengan Labfor, biar nanti hasilnya seperti apa, kemarin pas diperiksa kosong semua. Kami telusuri biar jelas semua," kata Rochmad kepada wartawan seusai melakukan penyelidikan terhadap kedua tersangka pada Selasa (7/2/2017).

Baca juga: Polisi Sita Komputer, CD, dan Kamera dari Posko Mapala UII

Selama penelusuran kasus meninggalnya tiga mahasiswa UII saat acara TGC di lereng Gunung Lawu, Dusun Tlogodringo, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka, serta memeriksa 43 saksi dan dua saksi ahli dari RS Bethesda.

Selain itu, polisi mengamankan satu laptop, satu CPU, dan tiga kamera.

Tiga mahasiswa itu diduga mengalami tindakan kekerasan dan penganiyaan selama diksar tersebut.

Ketiga korban adalah Muhmammad Fadli asal Batam; Ilham Nurfdmi asal Lombok, NTB; dan Syait Asyam asal Sleman, DIY.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorFarid Assifa

Terkini Lainnya

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

Nasional
[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

Megapolitan
Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Internasional
Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Nasional
Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Megapolitan
'Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong'

"Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong"

Nasional
Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Megapolitan
Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Internasional
Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Megapolitan
KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

Nasional
4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

Megapolitan
[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

Nasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

Internasional
Mengintip 'War Room' TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Mengintip "War Room" TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Nasional
Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Nasional

Close Ads X