Kompas.com - 30/01/2017, 08:34 WIB
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Antusiasme netizen terhadap debat kandidat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 putaran kedua, Jumat (27/1) meningkat dibanding debat pertama, 13 Januari 2017.

"Meskipun secara jumlah cuitan debat kandidat putaran kedua menurun, namun antusiasme netizen justru meningkat sebesar 9 persen dari debat sebelumnya. Jika di debat pertama terdapat 45.471 akun yang berpartisipasi, pada debat kedua menjadi 48.630 akun aktif," ujar Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2), Rustika Herlambang dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (30/1/2017).

Acara debat kandidat putaran kedua, sambung dia, direspons sebanyak 163.726 cuitan dari 48.630 akun. Bahkan, hingga Minggu (29/1) pukul 15.00 WIB, terdapat 144.325 cuitan lebih dari 30.000 akun yang masih membahas debat kandidat.

"Emosi trust, anticipation, disgust, joy dan surprise mendominasi percakapan pasca-debat kedua," ungkap Rustika.

Emosi-emosi ini dimunculkan melalui berbagai dukungan terhadap pasangan calon (trust), harapan dan kekhawatiran terhadap isu yang dimunculkan dari debat (anticipation), kecewa karena berbagai hal yang diharapkan tidak terjadi (disgust), ekspresi kesenangan karena berbagai hal (joy), serta berbagai kekagetan netizen (surprise) terkait kandidat-kandidat maupun respons pendukungnya.

Rustika mengungkapkan, debat kandidat Pilgub DKI telah menuai perhatian pemilih usia 26-35 tahun sebesar 40,6 persen dan disusul pemilih muda usia 18-25 tahun sebesar 31,5 persen.

Sementara itu, netizen di atas 35 tahun yang selama ini mendominasi isu Pilkada DKI menurun tajam.

"Hal ini menunjukkan adanya kesadaran generasi muda atas politik. Situasi ini berubah dari beberapa bulan sebelumnya di mana netizen yang berusia di atas 35 tahun yang mendominasi percakapan," tutur Rustika.

Berdasarkan hasil riset I2, sentimen negatif ditemukan sebesar 24 persen untuk keseluruhan perbincangan pada Debat Kandidat putaran kedua (27/1/2017).

Dilihat dari persebaran lokasi, tutur Rustika, cuitan dimunculkan dari berbagai wilayah di Indonesia dengan dominasi terbesar di Jakarta.

Sepanjang dua jam debat, papar Rustika, I2 juga mengukur sebanyak 19.242 cuitan ditujukan pada Agus-Sylvi, 30.651 cuitan ditujukan pada Ahok-Djarot, serta 18. 936 ditujukan pada Anies Sandi.

Hashtag teratas sepanjang debat antara lain: #Debat2pilkadaDKI, #AyoJawara1, #DebatpilkadaJKT, #DebatAHYPalingOke, #CoblosAniesSandi, #AhokDjarotBersih.

Secara persentase, ekspos cuitan mulai 27-29 Januari, pasangan Ahok–Djarot mendominasi dengan 48 persen (209.542 cuitan), disusul Agus–Sylvi dengan 27 persen (117.796 cuitan), dan Anies–Sandi dengan 25 persen (108.917 cuitan).

Perubahan demografi juga terjadi pada pasangan Agus-Sylvi yang kali ini direspons netizen perempuan sebanyak 47 persen, sementara Anies Sandi 43 persen dan Ahok Djarot sebesar 41 persen.

Meski begitu, secara akumulasi jumlah, netizen perempuan lebih banyak ditujukan kepada Ahok, yakni 18.260 akun. Kenaikan signifikan partisipasi perempuan dalam pilkada DKI kali ini semakin menunjukkan antusiasme publik.

Akun robot masih beredar dalam perdebatan ini, meski secara persentase makin mengecil yakni 10-12 persen atau sekitar 10.000 akun.

Menurut Rustika, debat berperan penting dalam pembentukan persepsi bagi kandidat. Hal ini terlihat dari perubahan sentimen pada kandidat sejak sebelum debat, pasca-debat pertama dan pasca-debat kedua.

“Sebelum debat pertama, sentiment negatif pada Ahok-Djarot sangat tinggi mencapai 40 persen, sementara Agus-Sylvi dan Anies-Sandi relatif kecil yakni sebesar 15 persen. Namun pasca debat pertama situasi tersebut berubah, Ahok menurun ke 35 persen dan menuju 25 persen pasca-debat kedua, " terangnya.

Sementara sentimen negatif untuk pasangan Agus-Sylvi pasca-debat pertama 21 persen meningkat menjadi 22 persen. Anies dari 20 persen pasca-debat pertama meningkat menjadi 25 persen dan pasca-debat kedua. Situasi itu sangat dinamis, tergantung konteks dan isu yang dianggap menarik oleh publik.

Menurut Rustika, Twitter atau media sosial berperan besar dalam membangun persepsi. Dengan media sosial, seorang kandidat bisa menyampaikan pendapatnya, memberikan sentuhan secara langsung dengan lebih murah dan bisa massal diterima oleh berbagai pihak yang menjadi sasarannya.

Dengan memahami reaksi netizen dan media pasca-debat, kata Rustika, para kandidat bisa menjadikannya sebagai referensi untuk meraih sura lebih tinggi.

“Sekaligus mempersiapkan diri di debat ketiga dengan strategi yang lebih mumpuni,” pungkas Rustika.

Kompas TV Membaca Perilaku Pasangan Calon Pemimpin Jakarta
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara di PLTU Suralaya

Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara di PLTU Suralaya

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.