Kompas.com - 26/01/2017, 06:48 WIB
Syafii (dua dari kanan), ayah almarhum Ilham Nurfadmi Listia Adi (20), saat berada di Rumah Duka RS Bethesda Yogyakarta, Selasa (24/1/2017). Ilham, mahasiswa Universitas Islam Indonesia, meninggal dunia pada tengah malam tadi. KOMPAS.com/WIJAYA KUSUMASyafii (dua dari kanan), ayah almarhum Ilham Nurfadmi Listia Adi (20), saat berada di Rumah Duka RS Bethesda Yogyakarta, Selasa (24/1/2017). Ilham, mahasiswa Universitas Islam Indonesia, meninggal dunia pada tengah malam tadi.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com — Keluarga mahasiswa korban Pendidikan Dasar Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta meminta agar unit kegiatan mahasiswa pencinta alam (mapala) tersebut dibubarkan.

Hal itu disampaikan oleh Syafi'i, ayah Ilham Nurfadmi Listia Adi (20). Ilham meninggal dunia seusai mengikuti Diksar Mapala UII yang berlangsung pada 13-20 Januari 2017 di lereng Gunung Lawu.

"Kami harap mapala itu harus dibubarkan. Tidak perlu ada mapala lagi di kampus itu. Menurut saya, mapala itu enggak ada manfaatnya," kata Syafi'i saat ditemui di rumah duka, Rabu (25/1/2017).

Ia telah melapor ke Polda DIY dan Polres Karanganyar terkait dugaan adanya tindak kekerasan pada penyelenggaraan The Great Camping dalam Diksar Mapala oleh mahasiswa UII.

Menurut Syafi'i, sebelum Ilham meninggal dunia, ia sempat berbicara dengan putra bungsunya melalui telepon pada Senin (23/1/2017). Saat itu, Ilham mengaku bahwa ia dipukuli di acara Diksar Mapala.

"Saya telepon dia, sempat komunikasi, mungkin hanya beberapa kata. Dia memang mengatakan dipukuli dan dia memang sudah tidak tahan dengan sakit yang dialami," kata Syafi'i.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa beberapa saksi serta melakukan proses otopsi pada jenazah korban. Keluarga meminta agar polisi mengusut tuntas kasus tersebut.

"Alhamdulillah UII juga proaktif. Yang saya sangat sayangkan, (pengurus) mapala satu pun tidak ada yang hadir. Itu membuktikan bahwa mapala tidak perlu ada lagi," kata Syafi'i.

Ilham mengembuskan napas terakhir pada Senin (23/1/2017) pukul 24.00 WIB.

Mahasiswa semester IV jurusan Hukum Internasional itu adalah satu dari tiga korban yang meninggal dunia seusai mengikuti Diksar Mapala UII 2017. Dua korban jiwa lainnya adalah Muhammad Fadli dari Teknik Elektro dan Syaits Asyam dari Teknik Industri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.