Siswi SD yang Dirantai Sang Nenek Akhirnya Diperiksa Dokter

Kompas.com - 20/01/2017, 19:37 WIB
Pt, siswi SD yang dirantai neneknya akan diperiksakan ke psikiater. Kontributor Parepare, Suddin SyamsuddinPt, siswi SD yang dirantai neneknya akan diperiksakan ke psikiater.
|
EditorFarid Assifa

PAREPARE, KOMPAS.com - Pt, siswi SDN 30 Kota Parepare, Sulawesi Selatan, yang dirantai oleh neneknya, Ba (70), akhirnya akan diobati secara medis.

Menurut dokter, Pt akan mendapatkan perawatan dan dibawa ke pisikiater.

Dengan diantar oleh Lurah Lapadde Ardianysah dan Camat Ujung Yunus Nonci, dokter Puskesmas Lapadde dr Nurhidaya Majid memeriksa kondisi kesehatan Pt.

"Setelah diperiksa, dia (Pt) dalam kondisi yang baik, kami juga memberikan obat. Setelah itu, nantinya kami akan membawa Putri ke psikiater," jelas dr Nurhidaya, Jumat (20/01/2017).

Ardiansyah berjanji akan kembali menyekolahkan Pt ke sekolah semula karena jaraknya dekat dari rumah, hanya 100 meter.

"Untuk perlengkapan sekolah, seperti buku dan peralatan sekolah lainnya (sudah disiapkan). Kita juga telah memanggil kepala sekolah setempat agar Putri bisa kembali bersekolah," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pt diikat dengan rantai besi dan kemudian digembok oleh Ba, neneknya.

Hal itu dilakukan sang nenek saat meninggalkan rumah untuk mencari sesuap nasi sebagai buruh cuci pakaian.

“Dia (Pt) diikat dengan rantai besi yang cukup besar, diikat di sebuah tiang kayu rumah panggung dalam kamarnya, agat tidak pergi bermain jauh, hingga saya tak kesulitan mencari jika pulang dari bekerja karena. Putri kerap pergi jauh jika ditinggalkan seorang diri,” sebut Badong di rumahnya, Jumat (20/1/2017).

Baca juga: "Jika Jadi Dokter, Saya Akan Mengobati Warga secara Gratis..."

Pt hanya tinggal bersama neneknya, Ba (70), di Jalan Lasiming, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, yang jaraknya tak jauh dari rumah jabatan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe.

Ketua RW Lasiming, Muhammadiya mengatakan, sudah tiga bulan terakhir ini Putri tidak bersekolah. Selain alasan ekonomi, Putri juga kerap menganggu teman temannya jika masuk sekolah.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.