Kompas.com - 19/01/2017, 13:23 WIB
Sosialisasi uang baru di Kantor Pemda Banyuwangi Kamis (19/1/2017) Kontributor Banyuwangi, Ira RachmawatiSosialisasi uang baru di Kantor Pemda Banyuwangi Kamis (19/1/2017)
|
EditorCaroline Damanik

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Kantor perwakilan BI Jember menggelar sosialisasi uang baru emisi 2016 di ruang rapat Rempeg Jogopati Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (19/1/2016). Sosialisasi tersebut dilakukan untuk menepis isu negatif terkait uang baru yang menyebar di masyarakat.

Achmad Bunyami, Kepala Kantor Perwakilan BI Jember menjelaskan, beberapa isu negatif yang sering muncul adalah lambang palu arit di mata uang kertas baru, pahlawan yang tidak berjilbab, penyebutan pahlawan kafir, uang rupiah yang menyerupai yuan, pencetakan uang oleh pihak swasta serta isu pencetakan uang untuk kepentingan kampanye.

"Isu-isu tersebut bergulir melalui media sosial untuk itu kami ingin meluruskan hal tersebut termasuk yang mengatakan logo BI menyerupai palu arit. Jadi kami ingin menekankan bahwa logo BI di uang baru bukan palu arit," ungkap Bunyamin, Kamis (19/1/2016).

Menurut laki-laki yang berkecamata tersebut, logo tersebut merupakan rectoverso yang jika diterawang akan berbentuk gambar saling isi berupa logi BI.

"Sebelum diterawang, maka tampak depan dan tampak belakang akan terlihat berbeda namun jika diterawang maka terlihat jelas logo BI," tambahnya.

Dia mengatakan, penyempurnaan desain rectoverso dengan logo BI polanya lebih sulit dan lebih presisi agar lebih sulit jika dipalsukan.

Selain itu, dia juga menjelaskan tentang blind code berupa cetakan timbul (intaglio), yaitu garis sejajar sebagai pembeda antar pecahan yang ditentukan dari jumlah set garis. Semakin kecil pecahan uang kertanya maka garis sejajar semakin banyak.

"Ini mengakomodasi kebutuhan mitra netra," tuturnya.

Terkait gambar pahlawan yang ada di uang baru, Bunyami menjelaskan pahlawan-pahlawan tersebut sebagai keterwakilan wilayah dari Sabang sampai Merauke.

"Pahlawan bukan hanya dari Jawa, tapi ada yang dari Papua, Sulawes, Kalimantan dan daerah lainnya. Pihak BI juga berkoordinasi dengan ahli sejarah termasuk ahli waris pahlawan yang bersangkutan," ungkapnya.

Selain itu, Kantor kepala Perwakilan BI Jember menjelaskan setelah peluncuran uang baru pada Desember 2016 lalu, kantor perwakilan BI Jember hanya menerima uang baru senilai 50 miliar padahal untuk wilayahnya meliputi Kabupaten Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso dan juga Lumajang.

"Kalau dikatakan kurang ya pasti kurang nanti secara bertahap uang baru akan didistribusikan ke daerah-daerah," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Regional
Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.