Cegah Penggusuran, Warga Batam Bakar Ban

Kompas.com - 17/01/2017, 11:52 WIB
penggusuran di Tanjung Uma,  Batam, Kepulauan Riau, Selasa (17/1) Kris Madapenggusuran di Tanjung Uma, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (17/1)
Penulis Kris R Mada
|
EditorErlangga Djumena

BATAM, KOMPAS.com - Massa yang menolak penggusuran melempari petugas gabungan, Selasa (17/1/2017), di Batam, Kepulauan Riau. Mereka menolak penggusuran di kawasan Tanjung Uma.

Penggusuran dilakukan di lahan tiga hektar. Hak penggunaan lahan itu diklaim oleh PT Wira Nata Tamtama. Namun, ribuan warga menempati lahan yang awalnya kosong itu.

Pada Selasa pagi, akhirnya warga digusur. Aparat gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan (BP) Batam mendampingi penggusuran.

Warga berusaha mencegah penggusuran dengan menutup jalan ke permukiman. Mereka membakar ban dan kayu di jalan. Sejumlah warga juga melemparkan aneka benda ke petugas gabungan.

Petugas membalas dengan menembakkan gas air mata. Selain itu dikerahkan pula mobil meriam air dan pemadam kebakaran untuk memadamkan api akibat pembakaran di jalan. Setelah api padam, tiga mesin keruk bergerak ke permukiman.

Di permukiman, sebagian warga masih berusaha melawan. Selain melempari mesin keruk, mereka juga mengacungkan parang. Namun, perlawanan itu bisa diredam dan penggusuran berlanjut.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X