Kompas.com - 14/01/2017, 10:40 WIB
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di Sekretariat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea,  Kabupaten Bogor, Jumat (13/01/2017). Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi BempahPetugas kepolisian melakukan olah TKP di Sekretariat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jumat (13/01/2017).
|
EditorCaroline Damanik

BOGOR, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Bogor belum menetapkan status tersangka kepada 20 orang yang diamankan terkait peristiwa perusakan dan pembakaran sekretariat ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), di Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jumat (13/1/2017) dini hari.

Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar AM Dicky mengatakan, saat ini status mereka masih sebagai terperiksa. Dicky menuturkan, hasil pemeriksaan sejauh ini, mereka yang ditahan mengaku sebagai simpatisan Front Pembela Islam (FPI).

"Sejauh ini, 20 orang yang diperiksa mengaku sebagai simpatisan FPI. Semua yang diamankan masih dalam status terperiksa, tujuh di antaranya anak di bawah umur," ucap Dicky, Sabtu (14/1/2017).

Dari hasil mediasi antara FPI dan GMBI, lanjut Dicky, disepakati beberapa hal, di antaranya, kedua ormas itu sepakat untuk menahan diri serta menjaga ketertiban dan keamanan. Kedua belah pihak juga mengutuk peristiwa perusakan dan pembakaran yang terjadi pada Jumat dini hari itu.

"Jika ada salah satu ormas tersebut melakukan aksi balasan atau memperkeruh keadaan akan kami tindak tegas," ujar Dicky.

Dia pun meminta agar kedua belah pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Dicky mengatakan, pihaknya berjanji proses hukum akan berjalan transparan dan adil.

"Sejauh ini kondisi keamanan di wilayah Kabupaten Bogor sudah normal dan terkendali," tutur dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Front Pembela Islam Cibinong Burhanudin menyangkal bahwa anggota FPI terlibat dalam perusakan dan pembakaran sekretariat ormas GMBI. Menurut Burhanudin, FPI tidak memberikan instruksi untuk melakukan penyerangan itu.

Dia menyebutkan, massa yang bergerak berasal dari simpatisan FPI. Mereka melakukan hal itu secara spontanitas.

"Mereka semua adalah simpatisan. Mereka hanya bertindak secara tiba-tiba karena terpancing," kata dia.

(Baca juga: Polres Bogor Tangkap 20 Orang yang Terlibat Pembakaran Sekretariat GMBI)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X