Dijanjikan Gaji Rp 5 Juta, 12 Calon TKI Telantar di Penampungan Ilegal

Kompas.com - 13/01/2017, 16:43 WIB
Calon TKI di sebuah rumah penampungan di Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (12/1/2017). Kontributor Surakarta, M WismabrataCalon TKI di sebuah rumah penampungan di Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (12/1/2017).
|
EditorCaroline Damanik

KARANGANYAR, KOMPAS.com - Sebuah rumah diduga lokasi penampungan ilegal calon TKI di Desa Keprabon, Karangpandan, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, digerebek petugas BNP2TKI Jawa Tengah, Kamis (12/12017) malam.

Di dalam rumah milik Hermawan tersebut, petugas Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) mendapati 12 perempuan yang sedang menunggu untuk dikirim ke luar negeri.

Dari keterangan salah satu calon TKI, Sumarsini, mereka dijanjikan bekerja di Singapura dengan janji gaji Rp 5 juta per bulan.

"Ada yang menawari bekerja di luar negeri dan gajinya sekitar lima sampai enam juta sebagai pembantu rumah tangga atau pengasuh anak. Saya tidak bayar sepeser pun dan semua surat surat diurus penyalurnya," kata Sumarsini.

Ke-12 perempuan calon TKI tersebut berasal dari berbagai daerah, yaitu enam dari Lombok, tiga dari Kediri, dua dari Trenggalek dan satu dari Magelang.

Sumarsini menambahkan, penyalur menjanjikan akan diberangkatkan ke Singapura dalam tiga hari, namun sudah lebih dari dua pekan belum ada kepastiannya.

"Katanya tiga hari sudah berangkat, tapi sampai sekarang belum ada kepastian. Selama menunggu kita diberi pelatihan Bahasa Inggris," katanya, Jumat (13/1/2017).

Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, membenarkan adanya penampungan TKI ilegal dan pemilik penampungan adalah warga Karangpandan, Karanganyar.

"Setelah kami periksa, ternyata memang benar ada 12 TKI yang ditampung dan berasal dari berbagai daerah. Kami pastikan mereka baik-baik saja dan tercukupi kebutuhannya," katanya, Jumat (13/1/2017).

Sementara itu, menurut Agusdin Subiantoro, Deputi Penempatan BNP2TKI, 12 calon TKI tersebut akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

Agusdin juga mengimbau para pencari kerja, khususnya TKI, untuk tidak mudah tergiur janji janji jasa penyalur TKI.

"Tempuhlah jalur resmi dan jangan mudah tergiur janji-janji atau iming-iming. Kami juga akan terus mensosialisasikan program penyaluran TKI resmi. Lalu juga memaksimalkan satuan tugas untuk memberantas pengiriman TKI ilegal," katanya.

Petugas mengakui sudah melakukan pemantauan terhadap Hermawan sejak dua bulan terakhir terkait penyaluran TKI ilegal.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Regional
Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Regional
Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Regional
Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Regional
Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Regional
Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Regional
Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Regional
UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

Regional
Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Regional
Wali Kota Bandung Tak Lakukan 'Local Lockdown', tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Wali Kota Bandung Tak Lakukan "Local Lockdown", tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Regional
'Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati'

"Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati"

Regional
Gubernur Sumsel Putuskan Tidak 'Lockdown', Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Gubernur Sumsel Putuskan Tidak "Lockdown", Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Regional
Suhu Puluhan Penumpang Sempat Tinggi, Petugas Terminal Kewalahan karena Tak Ada Tim Medis

Suhu Puluhan Penumpang Sempat Tinggi, Petugas Terminal Kewalahan karena Tak Ada Tim Medis

Regional
UPDATE Corona di Kepri 30 Maret: 2 Positif Covid-19 dan 5 PDP Meninggal Dunia

UPDATE Corona di Kepri 30 Maret: 2 Positif Covid-19 dan 5 PDP Meninggal Dunia

Regional
Ribuan Perantau Sumbar Pulang Kampung, Gubernur Minta Perbatasan Darat dan Laut Diperketat

Ribuan Perantau Sumbar Pulang Kampung, Gubernur Minta Perbatasan Darat dan Laut Diperketat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X