Puluhan Ribu Anak di Kabupaten Semarang Belum Punya Akta Kelahiran

Kompas.com - 09/01/2017, 18:39 WIB
|
EditorErlangga Djumena

UNGARAN, KOMPAS.com - Hingga akhir 2016 tercatat 61.823 anak usia 0-18 di Kabupaten Semarang belum memiliki akta kelahiran. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Semarang pada tahun 2016 sedikitnya telah diterbitkan 19.493 akta kelahiran.

"Jumlah anak usia 0-18 tahun di Kabupaten Semarang tercatat sebanyak 312.594 orang yang sudah punya akta kelahiran tahun 2016 sebanyak 250.771 anak. Sehingga masih ada 61.823 yang belum punya akta kelahiran," ucap Kepala Disependukcapil Kabupaten Semarang, Budi Kristiono, Senin (9/1/2017).

Menurut Budi, target cakupan pelayanan kepemilikan akta kelahiran dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Semarang sebesar 77 persen dari jumlah penduduk. Namun hingga tahun 2016 cakupan layanan akta kelahiran sudah mencapai 81 persen. Capaian ini dikatakan telah melebihi target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

"Tahun 2016 saat rapat kerja di Palembang kita mendapat penghargaan dari pemerintah pusat karena cakupan kepemilikan akta kelahiran di Kabupaten Semarang melebihi target pusat," ujarnya.

Budi menambahkan, sesuai UU No 24 Tahun 2013 tentang Administrasi kependudukan, kata Budi, setiap warga negara Indonesia wajib melaporkan peristiwa penting dan peristiwa kependudukan.

"Peristiwa penting itu seperti kematian dan kelahiran. Kalau pindah alamat, itu peristiwa kependudukan," katanya.

Sementara Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Retno Widuri Inspirasi mengatakan, jumlah kelahiran di Kabupaten Semarang tahun 2016 tercatat sebanyak 11.917 anak. Sedangkan jumlah penerbitan akta kelahiran tahun 2016 sebanyak 19.403.

"Angka itu bisa saja berarti semua bayi yang baru lahir sudah berakta kelahiran. Tapi bisa juga orang dewasa termasuk anak usia sekolah yang baru mengurus akta kelahiran," kata Widuri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X