Kasus Pencemaran Laut Timor, Warga NTT Minta Jokowi Tidak ke Australia

Kompas.com - 26/12/2016, 08:08 WIB
Perwakilan dari Kelompok Peduli Timor Barat Ferdi Tanoni (ketiga dari kiri baju putih) saat bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Mereka membicarakan soal pencemaran Laut Timor di Nusa Tenggara Timur, akibat tumpahan minyak milik PTT Exploration and Production Dokumentasi Ferdi TanoniPerwakilan dari Kelompok Peduli Timor Barat Ferdi Tanoni (ketiga dari kiri baju putih) saat bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Mereka membicarakan soal pencemaran Laut Timor di Nusa Tenggara Timur, akibat tumpahan minyak milik PTT Exploration and Production
|
EditorErlangga Djumena

KUPANG, KOMPAS.com - Ketua Peduli Timor Barat Ferdi Tanoni meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membatalkan kunjungan ke Autralia, karena hingga saat ini kasus pencemaran Laut Timor yang merugikan belasan ribu warga Nusa Tenggara Timur (NTT) maish belum ada titik terang.

Menurut Ferdi, pihak Australia terus berkelit dengan berbagai alasan yang tidak mendasar untuk melarikan diri dari tanggung jawab mereka dalam penyelesaian tumpahan minyak Montara.

“Alasan yang dikemukakan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop dalam suratnya bahwa Pemerintah Australia belum pernah didekati oleh Pemerintah RI untuk membantu masyarakat yang terkena dampak pencemaran Laut Timor, itu kami nilai adalah pernyataan bohong dan sengaja ingin menghindar,” kata Ferdi, kepada Kompas.com, Minggu (25/12/2016).

Parahnya lagi lanjut Ferdi, saat Pemerintah Indonesia menyampaikan surat permintaan kerja sama membantu masyarakat korban Montara guna bersama menyelesaikan kasus pencemaran Laut Timor, Australia justru berkelit lagi dengan menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki yuridiksi atas perairan negara lain yang artinya mereka tidak ingin membantu.

“Itu artinya bahwa Pemerintah Australia telah berbohong dengan membuat alasan yang tidak berdasar karena yuridiksi itu sama artinya dengan otoritas. Pemerintah Indonesia pun telah memberikan otoritas kepada Pemerintah Australia guna bersama menyelesaikan kasus itu,” ucapnya.

Menurut dia, otoritas yang dimaksudkan dalam penanganan petaka tumpahan minyak Montara di laut Timor antara lain, MoU 1996 tentang kesiap siagaan dan penanggulangan keadaan darurat tumpahan minyak di laut antara Pemerintah RI-Australia dan Surat Pemerintah RI melalui Menteri Lingkungan Hidup tahun 2014 lalu.

“Selain itu, terdapat surat dari Kementerian Perhubungan RI tahun 2015 kepada Pemerintah Australia serta pertemuan resmi antara masyarakat korban dan Pemerintah Australia di dalam gedung Parlemen Australia di Canberra selama dua kali,” ujar Ferdi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada tahun 2010 kata Ferdi, Duta Besar Australia Greg Moriarty menandatangani sebuah MoU bersama Menteri Perhubungan RI tentang kesediaan Pemerintah Australia mengimplementasikan MoU 1996 tentang kesiap siagaan dan penanggulangan keadaan darurat tumpahan minyak di laut antara Pemerintah RI-Australia,guna menyelesaikan kasus tumpahan minyak Montara 2009, namun hingga kini belum ada kejelasan.

“Pemerintah Australia terus saja berbohong karena itu saya mewakili masyarakat NTT yang menjadi korban, meminta Presiden Jokowi batalkan kunjungan ke Australia tahun 2017 mendatang,” katanya.

Sidang perdana gugatan class action 13.000 petani rumput laut asal NTT terhadap PTTEP Australasia yang mengelola kilang minyak Montara telah digelar di Pengadilan Federal Australia pada 22 Agustus 2016.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.