Kompas.com - 10/12/2016, 19:02 WIB
|
EditorErlangga Djumena

SEMARANG, KOMPAS.com – Warga Rembang yang menolak pabrik semen dengan berjalan kaki ke Semarang sejauh 150 kilometer. Namun, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak menemui mereka karena berada di Riau menghadiri acara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Terkait hal itu, Ganjar menyampaikan permintaan maafnya kepada warga Rembang yang berjalan kaki hingga lima hari itu.

“Kalau di media ramai, saya kaget. Maaf. Saya maaf karena (kemarin) masih di Riau, acara KPK,” kata Ganjar, saat ditemui Kompas.com, Sabtu (10/12/2016).

Ganjar mengaku telah menyiapkan segala hal terkait rencana pertemuan itu. Namun lantaran ada tugas yang lain, dia memerintahkan asisten pemerintahan untuk menemui warga yang menolak kehadiran pabrik semen.

“Kita siapkan. Saya bahkan siap. Saya (hari ini) telepon istana, saya telepon menteri lingkungan hidup agar seragam dalam menyikapi ini,” ujar dia.

Tokoh Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Gunretno sebelumnya mengatakan, jauh sebelum aksi longmarch, pihaknya telah berkomunikasi dengan Gubernur, melalui staf khusus Gubernur.

Pihak gubernur bahkan telah mempersilakan aksi itu, serta meminta bantuan apa yang bisa disediakan.

"Saya SMS Pak Ganjar langsung, dua hari juga ditelepon staf khusus apa salinan putusan sudah diterima atau belum. Saya juga minta izin jalan kaki longmarch agar enggak ada miskomunikasi," kata Gunretno, di Kompleks Gubernuran Jateng di Semarang, Jumat (9/12/2016).

Setelah itu, warga Rembang melakukan aksinya jalan kaki selama waktu lima hari sejak Senin (5/12/2016). Dalam waktu perjalanan itu, tidak ada komunikasi yang dilakukan.

"Sempat telepon, bilang Jumat pagi sudah sampai dan akan audiensi. Bilang apa yang dibutuhkan, tapi kepingin ketemu secara lisan, surat juga sudah," ujarnya.

"Pabrik semen bukan soal lingkungan saja, tapi sudah mengancam mata pencaharian warga," tambah Gunretno.

Dalam perkara ini, Gubernur Jateng akhirnya mencabut izin lingkungan yang diterbitkan pada 7 Juni 2012, namun menerbitkan izin baru bernomor 660.1/30 Tahun 2016 tertanggal 9 November 2016.

Dalam aturan tersebut, diberikan izin atas tiga kegiatan, yaitu penambangan batu kapur seluas 293,9 hektare di Desa Tegaldowo dan Desa Kajar, Kecamatan Gunem; penambangan tanah liat seluas 98,9 ha di Desa Kajar dan Desa Pasucen, Kecamatan Gunem; dan operasional pabrik semen berkapasitas 3 juta ton per tahun di Desa Kajar dan Desa Pasucen. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.