Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/11/2016, 17:45 WIB
|
EditorCaroline Damanik

BOGOR, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan, pemerintah segera mengeluarkan regulasi untuk mengatur harga bibit ayam atau Day Old Chicken (DOC). Amran meminta kepada semua pengusaha peternakan ayam skala besar untuk menjual DOC dengan harga Rp 4.800 per ekor.

Hal itu dikatakannya di hadapan sejumlah peternak ayam di wilayah Tonjong, Kabupaten Bogor, yang mengeluhkan harga bibit ayam atau DOC mencapai Rp 6.000 per ekor.

"Baru saja keluhannya adalah harga DOC. Tolong dicatat, harga DOC Rp 4.800 per ekor. Kita buat Peraturan Menteri-nya (Permentan). Nanti kami ketemu hari Senin," ujar Amran, Rabu (23/11/2016).

Amran menjelaskan, persoalan harga bibit ayam sudah pernah dibahas sebelumnya dengan mengundang perwakilan dari peternak kecil dan peternak besar. Hasilnya, kata Amran, telah disepakati harga bibit ayam yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak.

"Waktu saya pertemukan kemarin semestinya sudah selesai, kan sudah dipertemukan antar kedua belah pihak. Saya kaget, kok kenapa muncul masalah ini lagi. Jangan hanya revisi Permentan saja kerjaan saya. Masa kita mau diskusi ayam terus," tutur Amran.

Dirinya menambahkan, pemerintah juga menjamin ketersediaan pakan ternak ayam. Saat ini, kata Amran, pemerintah sudah menyiapkan 200 ribu ton pakan yang disimpan di Badan Usaha Logistik (Bulog).

Dia pun menegaskan, ketersediaan stok daging ayam menjelang tahun baru masih dalam batas aman. Amran mengklaim, justru pemerintah saat ini sedang mempersiapkan ekspor daging ayam ke Jepang.

"Ini atas arahan Bapak Presiden. Pemerintah harus selalu hadir di antara peternak dan petani kecil. Kita sudah buktikan masalah beras tidak impor lagi. Harga stabil. Impor jagung kita turun 60 persen. Regulasi kita harus berpihak pada peternak atau petani kecil," kata dia.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Gabungan Peternak Ayam Nasional Tri Handono berharap agar pemerintah mampu mengawasi harga bibit ayam dan pakan ternak di pasaran. Tri pun meminta supaya pemerintah menghimbau para pelaku pengusaha ayam skala besar untuk mengatur distribusinya.

"Intinya, kami mendesak pemerintah segera mengeluarkan Permentan soal pengaturan DOC, pengaturan budidaya, dan pengaturan RPH untuk peternak besar. Paling tidak untuk peternak besar menyelesaikan hasilnya ke pasar-pasar modern, sedangkan peternak kecil bisa ke pasar-pasar tradisional. Lebih jelas segementasinya," ucap Tri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.