Kompas.com - 16/11/2016, 17:35 WIB
Warga Negara Amerika Philip Russel atau Kamran Malik divonis seumur hidup dalam kasus impor narkotika. Dia terbukti terlibat dalam permufakatan jahat bersama dengan tujuh terdakwa lainnya, Rabu (16/11/2016) Kontributor Semarang, Nazar NurdinWarga Negara Amerika Philip Russel atau Kamran Malik divonis seumur hidup dalam kasus impor narkotika. Dia terbukti terlibat dalam permufakatan jahat bersama dengan tujuh terdakwa lainnya, Rabu (16/11/2016)
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com – Philip Russel atau Kamran Malik, warga negara Amerika Serikat, dijatuhi vonis seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah, Rabu (16/11/2016).

Okay, very good,” ujar Kamran dalam Bahasa Inggris setelah mendengar vonis, Rabu siang.

Kendati demikian, dia tetap menggunakan haknya untuk mengajukan upaya hukum lanjutan. Ia memilih banding atas vonis seumur hidup yang diterimanya.

Dia terbukti terlibat dalam jaringan Sabu Nawas dari Pakistan. Dia terbukti ikut bermufakat jahat dalam impor sabu bukan tanaman lebih dari lima gram. Dia juga terbukti telah berkomunikasi dengan Muhammad Riaz atau Mr Khan sejak 2015.

Komunikasi dengan Mr Khan terlaksana berkat perintah seorang bernama dari Mike. Ia diminta Mike menyetorkan uang ke Mr Khan. Dia juga menerima SMS langsung dari Mr Khan.

Kamran lalu mengirim SMS balasan kepada Mr Khan menawarkan pengiriman dalam bentuk uang dolar atau rupiah. Lalu dikirimlah uang dalam bentuk dollar sebanyak USD 1.950 melalui Faiq Akhtar untuk membayar kekurangan biaya genset.

Mr Khan dalam perkara terpisah telah divonis mati karena menjadi otak sindikat sabu jaringan Pakistan. Mereka sama-sama dijerat pasal 113 ayat 2 UU Narkotika. Pertimbangannya perbuatan para terdakwa meresahkan masyarakat, merusak generasi bangsa, perbuatan terorganisir dan terdakwa tidak terus terang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, hal yang meringankan Kamran bukan sebagai otak kejahatan dan hanya disuruh mengurusi keuangan.

Dalam sidang perkara narkoba dengan terdakwa Russel, seorang penerjemah selalu didatangkan untuk mengalihbahasakan ucapan hakim ke bahasa Inggris agar Russel mudah memahami.

(Baca juga: Kasus Impor Narkoba dari China, Warga AS Dihukum Penjara Seumur Hidup)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.