Rumah Terdampak Banjir Bandang di Sukabumi Jadi 1.027 Unit

Kompas.com - 11/11/2016, 11:35 WIB
Sebuah televisi tergeletak di jalan setelah terseret banjir bandang dari rumah warga di Desa Cipamingkis, Cidolog, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (10/11/2016).  Banjir bandang Cidolog terjadi Rabu (9/11/2016) mengakibatkan sebanyak 1.027 rumah rusak. KOMPAS.com/BUDIYANTOSebuah televisi tergeletak di jalan setelah terseret banjir bandang dari rumah warga di Desa Cipamingkis, Cidolog, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (10/11/2016). Banjir bandang Cidolog terjadi Rabu (9/11/2016) mengakibatkan sebanyak 1.027 rumah rusak.
|
EditorFarid Assifa

SUKABUMI, KOMPAS.com - Rumah rusak terdampak bencana banjir bandang di Kecamatan Cidolog, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (9/11/2016) lalu, bertambah menjadi sebanyak 1.027 unit.

Di antaranya sebanyak 156 unit rumah dengan kategori rusak berat. Sebelumnya dilaporkan rumah rusak berat sebanyak 20 unit rumah dari 600 unit rumah terdampak.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jumat (11/11/2016) pagi ini menyebutkan, jumlah rumah terdampak banjir seluruhnya mencapai 1.027 unit rumah yang dihuni 2.105 jiwa.

Seribuan rumah itu meliputi 156 unit rusak berat, 160 rusak sedang dan 645 unit rumah rusak berat serta 66 unit rumah terancam.

Rumah-rumah terdampak tersebut terletak di lima desa, yakni Desa Cidolog, Cipamingkis, Mekarjaya, Tegallega dan Desa Cikarang.

''Hasil validasi data yang kami terima kecamatan tadi malam, jumlah rumah terdampak bertambah menjadi 1.027 rumah,'' kata Kepala Bidang Kedarutan dan Logistik, BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo kepada Kompas.com di Sagaranten, Jumat (11/11/2016).

Menurut Usman, bantuan berupa makanan dan minuman untuk masyarakat dalam tahap kedaruratan sejak kemarin sudah disalurkan. Tadi malam juga bantuan dari sejumlah lembaga sudah tiba di lokasi bencana.

''Untuk sementara, bantuan logistik yang sudah disalurkan berupa natura seperti mi instan dan air minum. Hari ini kami akan rapat bersama unsur Muspida terkait bencana yang terjadi,'' ujar dia.

Baca juga: 600 Rumah Terendam Banjir Bandang Cidolog Sukabumi

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
Pesona Mata Biru dari Siompu

Pesona Mata Biru dari Siompu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X