Seluruh Dokter Spesialis RSD Bondowoso Mengancam Mundur

Kompas.com - 05/11/2016, 22:02 WIB
Ilustrasi dokter. ShutterstockIlustrasi dokter.
|
EditorErlangga Djumena

BONDOWOSO, KOMPAS.com - Sebanyak 22 dokter spesialis di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Koesnadi Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menyatakan akan mundur dari rumah sakit tersebut, jika tidak segera dilakukan perbaikan di internal manajemen RS tersebut.

"Banyak persoalan yang terjadi di rumah sakit ini, mulai dari fasilitas, pelayanan, hingga soal transparansi," ungkap Ketua Komite Medik RSD Koesnadi Bondowoso, Andreas Andrianto,  Sabtu (5/11/2016).

Dia mencontohkan, saat dokter akan melakukan operasi ternyata ruangannya bocor karena hujan deras. "Kami pernah sampaikan ke jajaran manajemen dan Dirut, dan jawabannya tidak ada anggaran. Kalau tidak ada anggaran, kenapa bangun terus," sebut Andreas.

Belum lagi fasilitas lainnya seperti di ruangan darurat yang masih sangat minim.

"Kalau lampu padam harus menyalakan genset, dan itu butuh ups, ini tidak ada UPS-nya, akhirnya terkendala, padahal kondisi gawat darurat. Ini kan soal keselamatan pasien," tambahnya.

Jika dalam waktu satu minggu ke depan tidak ada jawaban dari Bupati Bondowoso, maka seluruh dokter spesialis di RSD Koesnadi akan mundur.

"Bahkan ada yang mengajukan mutasi, pensiun dini, dan mundur dari PNS. Ini semua kami lakukan murni karena perbaikan di rumah sakit, dan masyarakat," ucap dokter spesialis bedah onkologi ini.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal senada disampaikan dokter spesialis lainnya. "Ini adalah puncak seluruh persoalan yang terjadi di rumah sakit. Banyak persoalan yang terjadi, kami hanya ingin ada perbaikan manajemen sehingga pelayanan juga lebih baik kepada masyarakat," ujar Yus Deny.

Menurut Deny, banyak persoalan yang terjadi di rumah sakit daerah. "Permasalahannya menumpuk, mulai dari manajemen yang buruk, tidak ada transparansi, fasilitas yang kurang memadai, hingga pelayanan yang kurang optimal kepada masyarakat," ungkap dokter spesialis penyakit dalam ini.

Menurut dia, seluruh dokter spesialis yang praktik di rumah sakit daerah, hanya ingin ada perbaikan manajemen. "Intinya kami hanya ingin ada perbaikan jajaran manajemen, kalau begini terus menerus masyarakat yang akan jadi korban," ujarnya.

Deny menyebut, aspirasi seluruh dokter spesialis tersebut sudah disampaikan langsung kepada Bupati Bondowoso Amin Said Husni.

"Bapak Bupati sebenarnya sudah tahu aspirasi kami, tetapi sampai sekarang belum ada jawaban dari beliau. Bahkan persoalan ini juga sudah disampaikan kepada DPRD. Jika tidak ada ketegasan, kami akan mundur, bahkan saya sendiri akan mengajukan mundur sebagai PNS," ucapnya.

Deny berharap, Bupati segera mengambil langkah tegas terkait aspirasi para dokter tersebut.

"Kami tidak muluk-muluk tuntutannya, hanya mengganti manajemen rumah sakit, karena kalau dipertahankan akan terus begini, sehingga pelayanan tetap tidak akan maksimal, dan masyarakat akan jadi korban," sebutnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X