Pesan 1 Muharram dari Karnaval Budaya di Desa Jatirejo. - Kompas.com

Pesan 1 Muharram dari Karnaval Budaya di Desa Jatirejo.

Kompas.com - 02/10/2016, 06:23 WIB
kompas.com/ syahrul munir Gunungan diarak dalam kegiatan pawai taaruf menyambut tahun baru Hijriyah di desa Jatirejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Sabtu (1/10/2016).

SALATIGA, KOMPAS.com - Hujan tidak menghalangi ratusan warga Desa Jatirejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, untuk mengikuti pawai ta'aruf yang dikemas dalam karnaval budaya menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1438 Hijriah, Sabtu (1/10/2016).

Tua-muda, hingga anak-anak dari enam dusun di Desa Jatirejo terlibat dalam kegiatan tersebut. Kendati hujan, pawai ta'aruf tersebut berlangsung semarak dan penuh warna-warni kostum yang kontras dengan alam pedesaan yang hijau.

Mereka berjalan kaki menempuh rute sepanjang 1 kilometer, mulai dari Dusun Dukuh hingga Dusun Kauman. Iring-iringan karnaval diawali rombongan pembawa panji-panji bertuliskan ayat Al Quran yang mengenakan pakaian ala Wali Songo.

Di belakangnya, diikuti berbagai kesenian, berbagai replika Kabah, masjid dan replika Al Quran. Selain itu, juga ada gunungan yang berisi beraneka ragam hasil pertanian seperti sayur dan buah-buahan.

Salah satu kesenian yang paling mendapatkan perhatian adalah Tari Kuntulan. Sebab, kesenian ini terbilang langka dan hampir punah.

Para penarinya juga kebanyakan adalah para orang tua. Mereka memakai pakaian putih berumbai warna-warni, memakai peci dan kacamata hitam serta membawa kipas.

kompas.com/ syahrul munir Kesenian Kuntulan dalam kegiatan pawai taaruf menyambut tahun baru Hijriyah di desa Jatirejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Sabtu (1/10/2016).
Diiringi rebana dan lantunan syair-syair Jawa serta shalawat, mereka menari menyesuaikan ritmis dan secara dinamis.

Ketua panitia pawai, Busyairi mengatakan, kegiatan ini selain bertujuan mempererat silaturahim antar-warga, juga bertujuan mengingatkan umat muslim agar memperbaharui lembaran hidup dengan tingkat keimanan dan ketakwaan yang lebih baik.

"Kami ingin tahun baru ini juga disambut dengan meriah dan penuh syiar, jangan hanya tahun baru nasional saja," ujar Busyairi.

"Semoga dengan peringatan 1 Muharram ini, kita bisa melihat kepada diri kita terutama mengingat kepada yang khalik, lebih rajin beribadah dan beramal sholeh," kata dia.

Tidak hanya syiar Islam, pawai ta'aruf ini juga mengusung pesan kepedulian terhadap lingkungan.

Salah satunya ditampilkan oleh berbagai grup drumblek, yakni aneka tetabuhan dari bahan-bahan bekas seperti tong bekas, kaleng hingga kentongan.

Dengan koreografi yang cantik, berbagai barang bekas tersebut ternyata bisa menghasilkan musik yang rampak dan dinamis.

Selain musik, pesan mencintai lingkungan juga ditampilkan oleh sejumlah peserta yang memakai kostum dari koran bekas.

kompas.com/ syahrul munir Peserta pawai taaruf menyambut tahun baru Hijriyah di desa Jatirejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Sabtu (1/10/2016) melewati persawahan.
Salah satunya diperagakan oleh Intan Eka Sari. Menurut Intan, untuk membuat satu kostum dibutuhkan sekitar 200 hingga 300 lembar koran bekas dengan lama pembuatan memakan waktu hingga dua pekan.

Dengan kostum koran tersebut, Intan ingin mengajak generasi muda lebih peduli pada kelestarian lingkungan.

"Biar pemuda-pemuda di daerah kita itu lebiih kreatif dengan barang-barang yang ada," kata Intan.

Petilasan Sunan Kalijaga

Setelah menggelar karnaval budaya dengan menampilkan berbagai seni budaya masyarakat setempat, peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1438 Hijriah di desa Jatirejo masih berlanjut pada malam hari.

Warga menggelar pengajian akbar dan haul atau peringatan hari wafatnya Sunan Jati, yakni tokoh penyebar agama Islam di desa tersebut yang konon hidup di era Wali Songo.

kompas.com/ syahrul munir Peserta pawai taaruf menyambut tahun baru Hijriyah di desa Jatirejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Sabtu (1/10/2016) melewati persawahan.
Kegiatan Haul Sunan Jati bertempat di Balai Panjang di kompleks pemakaman sesepuh desa Jatirejo.

Menurut salah satu keturunan Sunan Jati, Hadzik mengungkapkan, Balai Panjang adalah sebuah gubuk jati yang diyakini oleh warga pernah menjadi tempat musyawarah antara Sunan Kalijaga dengan Sunan Jati dan beberapa pengikutnya.

"Balai panjang ini setiap Jumat Legi pagi banyak didatangi warga luar desa untuk berdoa," kata Hadzik.

Selain Balai Panjang, petilasan Sunan Kalijaga dan Sunan Jati yang masih bisa ditemui di desa Jatirejo adalah Masjid Jatirejo, Wajan Raksasa, tombak peninggalan Sunan Kalijaga.

Ada juga makam Khotib Penawangan, yakni seorang utusan kerajaan Demak yang ditugasi mencari keberadaan Sunan Kalijaga di Desa Jatirejo.

"Wajan raksasa dan tombak disimpan di masjid. Kalau tombaknya masih dipakai oleh khatib di mimbar setiap pelaksanaan sholat jumat," ujar Hadzik.

Kegiatan pawai ta'aruf dan Haul Sunan Jati di desa Jatirejo merupakan salah satu potret budaya masyarakat di Jawa Tengah dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah.

Tidak semata-mata kegiatan budaya, banyak pesan yang ingin disampaikan melalui kegiatan pawai taaruf menyambut tahun baru ini.

Selain bermakna sejarah, kegiatan ini juga membawa pesan agar warga membuat perubahan ke arah yang lebih baik, seperti menjaga alam dan kelestarian lingkungan.

Sesuatu yang sejalan dengan spirit Hijriah, yakni berhijrah menuju arah yang lebih baik.


EditorBayu Galih

Terkini Lainnya

Akui Dana Kampanye Menipis, Sandiaga Yakin Hal Itu Tidak Menjadi Kendala

Akui Dana Kampanye Menipis, Sandiaga Yakin Hal Itu Tidak Menjadi Kendala

Nasional
Timses Jokowi Setuju KPU Perpanjang Waktu Pemutakhiran DPT

Timses Jokowi Setuju KPU Perpanjang Waktu Pemutakhiran DPT

Nasional
Teka-teki Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Menemukan Titik Terang

Teka-teki Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Menemukan Titik Terang

Megapolitan
 Satu Keluarga Korban Pembunuhan  di Bekasi Dimakamkan di Kampungnya

Satu Keluarga Korban Pembunuhan di Bekasi Dimakamkan di Kampungnya

Regional
KPK Imbau Satu Tersangka Kasus Gratifikasi Dermaga Sabang Menyerahkan Diri

KPK Imbau Satu Tersangka Kasus Gratifikasi Dermaga Sabang Menyerahkan Diri

Nasional
Berita Populer: Jika AS Perang Lawan Rusia dan China, Saudi Akui Khashoggi Dimutilasi

Berita Populer: Jika AS Perang Lawan Rusia dan China, Saudi Akui Khashoggi Dimutilasi

Internasional
KPK Cari Pihak Lain yang Bertanggung Jawab terkait Kasus Bank Century

KPK Cari Pihak Lain yang Bertanggung Jawab terkait Kasus Bank Century

Nasional
Hujan Disertai Angin Kencang Akan Landa Jaksel dan Jaktim Hari Ini

Hujan Disertai Angin Kencang Akan Landa Jaksel dan Jaktim Hari Ini

Megapolitan
Opsi KPU untuk Jalan Tengah Polemik Pencalonan OSO sebagai Anggota DPD

Opsi KPU untuk Jalan Tengah Polemik Pencalonan OSO sebagai Anggota DPD

Nasional
Menilik Gaya Komunikasi Politik 'Sontoloyo' ala Jokowi dan 'Tampang Boyolali' ala Prabowo

Menilik Gaya Komunikasi Politik "Sontoloyo" ala Jokowi dan "Tampang Boyolali" ala Prabowo

Nasional
Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Regional
Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Nasional
Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Edukasi
Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Regional
KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

Nasional

Close Ads X