Kompas.com - 21/09/2016, 17:10 WIB
Risma usai menghadiri seminar di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (26/4/2016) KOMPAS.com/Achmad FaizalRisma usai menghadiri seminar di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (26/4/2016)
|
EditorCaroline Damanik

BENGKULU, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengklaim sejak diberlakukannya sistem elektronik pada pembangunan di daerahnya mampu menghemat anggaran hingga Rp 30 miliar.

"Untuk biaya alat tulis kantor saja mampu dihemat sebesar Rp 26 miliar, sementara di bagian Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) hemat sampai Rp 4 miliar. Kami tidak lagi menggunakan kuitansi dan kertas. Dana itulah yang saya gunakan untuk membangun taman kota, dan fasilitas umum lainnya," kata Risma di Bengkulu dalam Korsup KPK, Rabu (21/9/2016).

Kehadiran Risma di Pemprov Bengkulu disambut antusias oleh para kepala daerah di daerah itu, termasuk para pejabat tinggi setempat. Risma datang ke Bengkulu untuk memberikan motivasi bagi Bengkulu dalam membangun pemerintahan yang baik dan bersih dengan memanfaatkan teknologi yang dikenal dengan e-Govern atau e-Prov.

Pemerintahan yang menjalankan sistem elektronik, lanjut Risma, dapat mencegah tindak korupsi. Ia mencontohkan, di Surabaya pembangunan harus bersinergi dengan e-Musrenbang, jika ada kegiatan proyek pembangunan fisik yang tidak sesuai maka akan bermasalah saat pembayaran (e-payment).

"Sistem elektronik akan menolak pembayaran secara otomatis, kalau ada pekerjaan tak sinergis dengan E-Musrenbang, atau ada pekerjaan yang belum selesai," ucapnya.

Risma mengatakan, sistem elektronik dapat menghindari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Tak ada satu pun pejabat yang dapat mempengaruhi kinerja sistem elektronik yang memang didesain tersebut. Semua sistem bermuara langsung pada ponsel Risma.

"Saya tahu pekerjaan mana yang tidak beres, karena semua terkoneksi dengan ponsel saya," ucap dia.

Dengan efektif, dan efesiennya penggunaan elektronik, Risma mengatakan dirinya dapat melakukan penghematan anggaran. Anggaran tersisa dapat dialihkannya untuk membangun sarana dan prasarana publik lainnya.

Sistem pelayanan masyarakat secara elektronik di Surabaya yang dibangun kata Risma memperhatikan hal detail. Bahkan, menu dan jatah makan ribuan orang miskin yang disediakan pemerintah setempat dapat dikontrol secara terperinci.

"Saya bisa tahu, apa menu makan fakir miskin yang dibagikan setiap hari, saya bisa kontrol pekerjaan yang terhambat, di mana terhambatnya, bahkan berapa volume sampah per menit saya bisa tahu," ungkap Risma.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.