10 Mahasiswa Ini Mengolah Kulit Pisang Menjadi Kerupuk

Kompas.com - 13/09/2016, 08:32 WIB
Ilustrasi shutterstock.comIlustrasi
EditorErlangga Djumena

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Kulit pisang biasanya terbuang dan akhirnya menjadi sampah. Namun, oleh 10 mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya Lampung, "sampah" ini justru diolah menjadi penganan ringan dan lezat berupa kerupuk kulit pisang atau "Kusang".

Mereka adalah Ganda Syahertian R, M Indrawan Zikrillah, Mutia, Imelda Intan P,  I Komang Reka S, Rosma Wati, Eka Prabawanti, Desi Septiani, Muhammad Mahbub, dan Vincencia YH,

Ganda di Bandarlampung, Senin (12/9/2016) mengatakan, ide kreatif tersebut muncul ketika mereka menjalankan Program Kerja Pengabdian Masyarakat (PKPM) di Pekon Tambahrejo Barat, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu pada 5 Agustus hingga 5 September lalu.

Menurut dia, Pekon Tambahrejo Barat memiliki potensi hasil perkebunan buah pisang yang cukup melimpah. Masyarakat sekitar memanfaatkan buah tersebut dengan dijual secara langsung maupun diolah menjadi keripik dan penganan lainnya, sedangkan kulitnya terbuang dan menjadi sampah.

"Padahal, kulit pisang ternyata memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh di antaranya protein, kalsium, zat besi, fosfor, vitamin B, dan C. Karena itu, kami berinisiatif mengolah kulit pisang menjadi kerupuk," ujarnya.

Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika IBI Darmajaya itu menjelaskan cara pembuatan kerupuk kulit pisang itu.

Pertama, pengupasan kulit pisang dan pencucian. Lalu, kulit pisang direndam air kapur selama 20 menit untuk menghilangkan getahnya.

Kemudian kulit pisang dikukus, dilanjutkan dengan penghalusan, pencampuran tepung, dan bumbu lalu dicetak.

Hasil cetakan kerupuk kulit pisang dijemur atau dioven untuk menghilangkan kadar airnya agar renyah saat digoreng. Setelah digoreng, kerupuk dikemas dan dilengkapi label yang didesain menarik. Produk ini dijual seharga Rp 10.000 per 250 gram.

"Kami telah melatih ibu-ibu anggota PKK cara pembuatan produk ini. Tak hanya itu, kami juga membekali masyarakat Pekon Tambahrejo Barat dengan pelatihan kewirausahaan, manajemen keuangan, dan pengenalan e-Commerce," kata dia.

Ia berharap masyarakat bisa termotivasi untuk berwirausaha dengan produk kerupuk kulit pisang yang bisa menjadi oleh-oleh khas Pekan Tambahrejo Barat dan dapat dipromosikan secara online untuk memperluas pangsa pasar.

Dosen Pembimbing Lapangan PKPM IBI Darmajaya Linda Septarina MM mengapresiasi ide kreatif mahasiswanya tersebut.

Ia menerangkan, IBI Darmajaya secara rutin menyelenggarakan PKPM setiap semester dengan tujuan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh proses belajar, dan pengalaman berinteraksi, bersosialisasi di tengah masyarakat serta berbagi ilmu yang dimiliki dari perkuliahan kepada masyarakat.

"Produk Kusang yakni kerupuk kulit pisang itu menjadi salah satu inovasi produk ekonomi kreatif yang dapat memajukan usaha kecil menengah di Pekon Tambahrejo Barat. Semoga ide usaha ini bisa terus dilanjutkan desa itu untuk membentuk masyarakat yang mandiri, kreatif, paham IT, dan sejahtera," katanya.



Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Regional
Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Regional
Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X