Kompas.com - 27/08/2016, 19:12 WIB
- ARDAC VIA FLICKR-
|
EditorFarid Assifa

WONOSOBO, KOMPAS.com - Handika Lintang Saputra, mahasiswa asal Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, yang ditahan oleh otoritas keamanan Turki, akan segera menjalani sidang di pengadilan setempat.

Mahasiswa Universitas Gaziantep Turki itu dituduh telah terlibat dalam organisasi FETO, sebuah organisasi anti-pemerintah bentukan Fethullah Gulen. Handika ditahan sejak dua bulan yang lalu.

Kepastian nasib Handika tersebut diungkapkan Hernawan Baskoro Abid, pejabat fungsional dari Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, ketika bertemu dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan kedua orangtua Lintang di kantor Bupati Wonosobo, Sabtu (27/8/2016).

"Handika akan menjalani sidang di pengadilan setempat pada 22 November 2016," kata Awan, panggilan Hernawan.

Menurut dia, Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Ankara terus memantau kondisi putra pasangan Basuki Rajarjo dan Supartiningsih itu. Awan  menyebut pemuda itu dalam kondisi sehat meski sedang ditahan.

"Dia (Handika) dalam kondisi baik, sehat dan selama menjalani masa tahanan diperlakukan dengan baik oleh aparat di sana,” katanya.

Baca juga: Mahasiswa Indonesia Ditahan Turki, Keluarga Minta Jokowi Turun Tangan

Awan meyakinkan bahwa KBRI di Ankara telah menyiapkan seorang pengacara yang akan mendampingi Handika menghadapi persidangan pertamanya. Pihaknya optimistis kasus ini akan terselesaikan dan Handika segera dibebaskan.

“Pengacara yang kami siapkan, yaitu Orgun Dugan merupakan pengacara yang memang sudah sangat mumpuni dan selama ini banyak menangani permasalahan terkait WNI, sehingga kami optimis setelah persidangan pertama dia bakal dibebaskan,” tegas Awan.

Baca juga: Dua Mahasiswa Indonesia yang Dituduh Terkait Gulen Akhirnya Dibebaskan

Awan juga berkeyakinan bahwa Handika tinggal di Turki murni bertujuan untuk bersekolah, bukan ikut organisasi yang dinilai terlarang. Handika hanyalah korban salah tangkap ketika terjadi polemik antara kubu Fethulah Gulen dan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo merasa bersyukur karena kasus yang menjerat salah satu warganya sudah mulai menemui titik terang. Pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di Turki guna memantau perkembangan nasib Handika.

"Kami mendoakan yang terbaik untuk Handika, agar hasil persidangan pertama bisa memutuskan bahwa Handika tidak bersalah,” harap Eko.

 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X