Antisipasi Serangan OPM, Pembangunan Jalan Trans Papua Sinak Dikawal TNI

Kompas.com - 24/08/2016, 15:18 WIB
Pembangunan Jalan Trans Papua dari Wamena ke Mamugu yang dikerjakan anggota TNI dari Detasemen Zeni Tempur Fabio Maria Lopes CostaPembangunan Jalan Trans Papua dari Wamena ke Mamugu yang dikerjakan anggota TNI dari Detasemen Zeni Tempur
|
EditorFarid Assifa

JAYAPURA, KOMPAS.com - Pembangunan Jalan Trans Papua dari Sinak ke Mulia sepanjang 11 kilometer pada akhir bulan ini mendapatkan pengawalan langsung dari TNI Angkatan Darat.

Sebelumnya, pembukaan ruas jalan tersebut oleh PT Modern terhenti karena para pekerjanya diserang kelompok separatis bersenjata pada Maret lalu.

Baca juga: Bupati Puncak: Pembangunan Jalan Trans Papua di Sinak Masih Terhenti

Sebanyak empat karyawan PT Modern yang sementara mengerjakan pembukaan Jalan Trans Papua dari Sinak-Mulia di Kampung Agenggeng, Kabupaten Puncak, tewas akibat ditembak kelompok separatis bersenjata pada 15 Maret 2016 lalu.


Identitas keempat korban adalah Yohanis Tikuramba, Andarias Demena, Daud Demena, dan David Demena. Akibatnya, pengerjaan ruas jalan Sinak-Mulia tertunda selama lima bulan. Padahal, jalan ini sangat penting karena menghubungkan Kabupaten Puncak dan Kabupaten Puncak Jaya sehingga bisa memudahkan arus distribusi barang kebutuhan pokok.

Terakhir di Kampung Kome, Kabupaten Lanny Jaya, pada Senin (22/8/2016) kemarin, salah seorang pekerja dari PT Asjaya bernama Simon Tandi Payung tewas tertembak di bagian kepala ketika sedang mengerjakan pembukaan jalan dari Distrik Melageneri ke Distrik Kuyawage.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal Hinsa Siburian di Jayapura pada Kamis (24/8/2016) ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya memerintahkan anggota TNI di Kabupaten Puncak untuk mengawal langsung PT Modern untuk pengerjaan Jalan Sinak-Mulia.

“Intinya, tim dari Detasemen Zeni Tempur tak terjun untuk pembukaan ruas Jalan Sinak-Mulia. Tugas kami hanya mengawal keamanan di sana,” tegas Hinsa.

Baca juga: Empat Korban Tewas yang ditembak OPM Dievakuasi ke Jayapura

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Papua Osman Marbun ketika dihubungi menuturkan, terdapat dua paket pengerjaan jalan yang menghubungkan wilayah Puncak dan Puncak Jaya, yakni Sinak-Mulia dan Mulia-Sinak.

Untuk pembangunan Jalan Trans Papua pada tahun ini dari Sinak ke Mulia baru terealisasi 1,5 kilometer dari target 11 kilometer. Sementara pembangunan Jalan Mulia-Sinak baru terealisasi 3,3 kilometer dari target lima kilometer.

“Total anggaran untuk pengerjaan jalan dari Sinak ke Mulia itu sebesar Rp 63 miliar, sedangkan ruas jalan Mulia-Sinak senilai Rp 28 miliar. PT Modern dibantu aparat TNI akan mengerjakan pembukaan jalan sepanjang 9,5 miliar. Mudah-mudahan pengerjaan dua ruas jalan ini selesai pada akhir tahun,” kata Osman.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suguhkan Body Rafting, Desa Kertayasa Jadi Juara Desa Wisata Nusantara 2019

Suguhkan Body Rafting, Desa Kertayasa Jadi Juara Desa Wisata Nusantara 2019

Regional
Banjir di Limapuluh Kota Sumatera Barat, 187 Warga Mengungsi

Banjir di Limapuluh Kota Sumatera Barat, 187 Warga Mengungsi

Regional
Polisi Ungkap Prostitusi yang Tawarkan Siswi SMP di Kupang

Polisi Ungkap Prostitusi yang Tawarkan Siswi SMP di Kupang

Regional
PT KAI Waspadai 15 Titik Rawan Bencana Alam di Pelintasan Kereta Api

PT KAI Waspadai 15 Titik Rawan Bencana Alam di Pelintasan Kereta Api

Regional
Kisah Pilu Balita Aina yang Menderita Kanker Kulit Langka dan Tumor Ganas di Mata

Kisah Pilu Balita Aina yang Menderita Kanker Kulit Langka dan Tumor Ganas di Mata

Regional
Amankan Natal di Bandung, 2.300 Personel Diterjunkan

Amankan Natal di Bandung, 2.300 Personel Diterjunkan

Regional
Diancam Dibunuh, Bocah 14 Tahun Dicabuli Ayah Tiri Selama 4 Tahun

Diancam Dibunuh, Bocah 14 Tahun Dicabuli Ayah Tiri Selama 4 Tahun

Regional
Curi Baut Rumah Tahan Gempa, 2 Pemuda Pengangguran Ditangkap

Curi Baut Rumah Tahan Gempa, 2 Pemuda Pengangguran Ditangkap

Regional
Gunakan Gergaji dan Kain hingga Ingin Hadiri Pernikahan Anak, Ini 4 Fakta Kaburnya Tahanan Malang

Gunakan Gergaji dan Kain hingga Ingin Hadiri Pernikahan Anak, Ini 4 Fakta Kaburnya Tahanan Malang

Regional
Banjir dan Longsor, Pemkab Limapuluh Kota Tetapkan Tanggap Darurat 7 Hari

Banjir dan Longsor, Pemkab Limapuluh Kota Tetapkan Tanggap Darurat 7 Hari

Regional
Duduk Perkara Balita Hilang dari PAUD, Dugaan Dimakan Reptil hingga Ditemukan Tanpa Kepala

Duduk Perkara Balita Hilang dari PAUD, Dugaan Dimakan Reptil hingga Ditemukan Tanpa Kepala

Regional
Ayah Hamili Putri Kandung Usia 16 Tahun dan Membawanya Kabur

Ayah Hamili Putri Kandung Usia 16 Tahun dan Membawanya Kabur

Regional
Akibat Endapan Minyak Goreng, Pabrik Tahu Terbakar

Akibat Endapan Minyak Goreng, Pabrik Tahu Terbakar

Regional
Rebutan Pohon Mangga, Dua Tetangga Dibacok, Satu Tewas

Rebutan Pohon Mangga, Dua Tetangga Dibacok, Satu Tewas

Regional
Wali Kota Bandung Keluhkan Bandara Husein Seperti Makam, Ini Jawaban Pemprov Jabar

Wali Kota Bandung Keluhkan Bandara Husein Seperti Makam, Ini Jawaban Pemprov Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X