Tertangkap Berjudi, Pria Berusia 80 Tahun Dihukum Cambuk - Kompas.com

Tertangkap Berjudi, Pria Berusia 80 Tahun Dihukum Cambuk

Kompas.com - 15/08/2016, 19:27 WIB
Daspriani Y Zamzami / Kompas.com Seorang pria lanjut usia menjaani eksekusi cambuk karena terbukti melanggar hukum syariat islam yakni melkaukan judi. Sebanyak 23 pria yang sebagian besar berusia paruh baya menjalani hukuman cambuk karena berjudi di Banda Aceh, Senin (15/8/2016)

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Terbukti melanggar aturan syariat Islam, seorang pria berusia 80 tahun dikenai hukuman cambuk.  Ayah bin Hasyim terbukti melanggar pasal 18 Qanun Nomor 6 tahun 2014, tentang Maisir atau perjudian.

Selain terhadap Ayah, eksekusi cambuk juga dilakukan terhadap 22 terpidana lainnya dalam kasus yang sama. Sebagian mereka sudah berusia paruh baya.

Kasatpol PP/WH Banda Aceh, Yusnardi mengatakan para terpidana mendapatkan vonis hukuman cambuk bervariasi mulai dari tujuh kali cambukan hingga 24 kali cambukan, setelah dipotong masa tahanan.

“Mereka itu dicambuk karena tertangkap main judi togel, judi game online, batu domino, oleh pihak kepolisian. Para tepridanan ini dijerat dengan Qanun Jinayat sesuai dengan syariat Islam di Aceh,” ucap Yusnardi, Senin (15/8/2016).

Para terpidana yang dicambuk itu adalah Abu Bakar dan Faisal dihukum cambuk sebanyak 8 kali. Kemudian Musni, Bakhtiar, Rusli, Mahli, Edi Nur, Supriadi, Radiansyah, Ayah, Yushani, Andre Yusuf, Muslim, dan Zulkifli diganjar 9 kali cambuk. Sudirman, Irawadi, M Dahlan, dan Amiruddin divonis 7 kali cambuk.

Sementara bandar judi togel masing-masing Armansyah dan M Dahlan dihukum cambuk sebanyak 24 kali dan bandar lainnya M Nur dan T Edwar dicambuk 11 kali di muka umum.

Sementara seorang dari ke 23 terpidana batal dieksekusi karena sakit. Terpidana yang batal dicambuk atas nama Muhammad Ansari mendapat hukuman cambuk di muka umum sebanyak 9 kali setelah dipotong masa tahanan satu kali.

“Terpidana yang gagal dicambuk itu menderita diabetes mellitus, sehingga dokter tidak mengizinkan untuk dicambuk, karena berbahaya pada terpidana,” kata Yusnardi.

Pelaksanaan hukum cambuk para terpidana judi ini sempat tertunda beberapa jam akibat hujan lebat dan angin kencang. Eksekusi cambuk berlangsung di halaman mesjid Rauzatul Jannah, Desa Pango, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh. 


EditorErlangga Djumena
Komentar
Close Ads X