Kompas.com - 15/08/2016, 18:09 WIB
Seekor ikan hiu paus (Rhincodon typus) terjebak di dalam kawasan area perairan pelabuhan Pelni Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Beberapa warga ikut melihat penampakan ikan hiu di dalam area pelabuhan KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKESeekor ikan hiu paus (Rhincodon typus) terjebak di dalam kawasan area perairan pelabuhan Pelni Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Beberapa warga ikut melihat penampakan ikan hiu di dalam area pelabuhan
|
EditorErlangga Djumena

GORONTALO, KOMPAS.com – Ikan hiu paus yang selama ini menjadi kebanggaan pariwisata Provinsi Gorontalo sudah beberapa hari tidak ditemukan di lokasi. Diperkirakan sudah 4 hari ini ikan raksasa ini tidak ada.

Banyak wisatawan yang datang ke Kelurahan Botubarani Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango tidak menjumpainya.

Masyarakat di sekitar pantai Botubarani tidak tahu penyebab hilangnya hius paus ini. Padahal sudah sekitar 3 tahun kawanan hius paus ini hadir di laut belakang rumah mereka.

Hilangnya hiu paus ini sangat dirasakan warga sekitar yang sudah menggantungkan ekonominya terhadap kedatangan wisatawan.

“Kami tidak tahu ke mana larinya hiu paus, namun isu yang beredar katanya diguna-gunai oleh orang agar pindah dari Botubarani” kata Maruf, warga desa Botubarani, Senin (15/8/2016).

Keberadaan hiu paus yang fenomenal di desa ini mencapai 17 ekor. Jumlah ini berdasar pada identifikasi nelayan setempat. Bahkan beberapa di antaranya sudah dinamai warga layaknya nama manusia, seperti Sherly.

Hilangnya ikan ini membuat warga kebingungan, pasalnya ada warga yang sudah melakukan investasi membuat perahu dan warung untuk melayani pengunjung. Mereka khawatir uang yang sudah terlanjur dikeluarkan tidak balik lagi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X