Kompas.com - 02/08/2016, 19:54 WIB
EditorCaroline Damanik

BENGKULU, KOMPAS.com - Bustami, juru pelihara makam Inggris, di Kota Bengkulu, mengharapkan agar situs bersejarah di Kelurahan Jitra yang dijaganya bisa dilengkapi informasi pendukung untuk memudahkan wisatawan saat berkunjung.

"Saya tidak tahu persis berapa jumlah makam tua di sini, saya hanya memeliharanya saja," kata Bustami, saat ditanya seputar informasi tentang makam itu, di Bengkulu, Selasa (2/8/2016).

Dia berharap, Dinas Pariwisata Bengkulu atau instansi terkait setempat bisa menyediakan selebaran berisi informasi terkait sejarah makam Inggris yang sudah ada sejak sekitar 1775 itu.

Bengkulu yang menghadap Samudera Hindia di pesisir timur Pulau Sumatera memang memiliki posisi pokok dalam pertahanan dan kolonialisasi Inggris pada masa itu. Peninggalan kolonialisasi Inggris yang paling besar dan nyata di Bengkulu adalah Benteng Marlborough, yang serupa "kura-kura" jika dilihat dari atas.

"Pemerintah bisa menyediakan fotokopi informasi yang ditaruh di sini agar memudahkan pengunjung," katanya.

Bustami telah menjadi juru pelihara makam Inggris secara resmi sejak 2010. Bustami beserta istri dan ke empat anaknya juga tinggal di komplek makam di Kelurahan Jitra, Kecamatan Teluk Segara, itu.

Berdasarkan informasi yang ditelusuri, komplek makam Inggris tersebut dulunya berada di areal sekitar 4,5 hektare.

Bustami menuturkan awalnya terdapat seratusan batu nisan yang ada di komplek makam itu. Namun saat ini luas areral pemakaman dan jumlah nisan telah berkurang akibat berbagai pembangunan, mulai dari pendirian rumah ibadah, kantor kecamatan dan kelurahan, sekolah, puskesmas, atau perumahan warga.

Saat ini masih ada 53 batu nisan yang ada di komplek makam yang terletak sekitar 200 meter dari rumah jabatan gubernur Bengkulu itu.

Sebagian kondisi makam juga telah rusak karena dimakan usia namun tulisan di batu nisan masih jelas dibaca.

Inggris datang ke Bengkulu pada 1650-an untuk memperluas daerah kekuasaan di wilayah Asia Tenggara. Selama berada di Bengkulu, banyak warga Inggris yang meninggal akibat terkena penyakit atau bersengketa dengan warga setempat.

Inggris juga punya makam resmi tentara-tentara dan warganya di kawasan Mentengpulo, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Komunitas Bengkulu Heritage Society (BHS) telah bersurat ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi untuk lebih memerhatikan situs sejarah dan budaya yang ada di Kota Bengkulu karena kondisinya memprihatinkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.