Hendak Kabur Saat Ditilang, Pengemudi Mobil Boks Tertangkap Bawa 9.600 Botol Miras

Kompas.com - 02/08/2016, 16:51 WIB
Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi saat memperlihatkan miras hasil sitaan di Mapolres Cimahi, Selasa (2/8/2016) Kontributor Bandung, Dendi RamdhaniKapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi saat memperlihatkan miras hasil sitaan di Mapolres Cimahi, Selasa (2/8/2016)
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Aparat Polres Cimahi menyita 9.600 botol minuman keras cap Kambing Putih. Miras itu didapat saat anggota Satuan Lalu Lintas Polres Cimahi melakukan razia kendaraan di Jalan Cikubang, Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (1/8/2016) sore.

Kepala Polres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, penemuan ribuan miras itu bermula ketika petugas yang tengah melakukan razia mencurigai dua mobil boks yang berjalan beriringan.

Saat hendak diberhentikan, kendaraan tersebut malah tancap gas. Kejar-kejaran pun terjadi. Tak berselang lama, polisi akhirnya bisa menghentikan laju kendaraan tersebut.

"Pada saat mau diberhentikan, dia malah mempercepat kendaraannya, sempat terjadi kejar-kejaran. Tapi akhirnya kita amankan," tutur Ade saat ditemui di Markas Polres Cimahi, Selasa (2/8/2016) sore.

Ade mengatakan, dua mobil boks itu dikendarai oleh dua orang. Dari hasil pemeriksaan, minuman berkadar alkohol 20 persen itu hendak dikirimkan dari Jakarta menuju Bandung.

"Kita cek legalitasnya, proses pemeriksaan masih berlangsung. Saat diperiksa sopir hanya bawa surat jalan saja," ucapya.

Ade menjelaskan, Polres Cimahi tengah gencar memerangi peredaran miras ilegal. Pasalnya, kata Ade, dalam kurun enam bulan terakhir tercatat ada enam warga Cimahi tewas akibat miras oplosan.

"Kita lakukan pencegahan, karena enam bulan terakhir ada enam orang meninggal dunia karena miras," ungkapnya.

Sementara itu, Warso, sang sopir mengaku, hanya disuruh oleh perusahaan ekspedisi Antariksa Pratama Sejati yang berpusat di Jakarta. Dia mengatakan, miras itu akan dikirim dari Jakarta menuju Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.

"Ini mobil ekspedisi. Yang nyewa siapa, itu saya kurang tahu. Ini saya disuruh anterin saja. Sekali jalan saya diupah Rp 700.000," jelasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Regional
Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Regional
Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Regional
Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Regional
Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Regional
Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Regional
Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Regional
Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Regional
Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Regional
30 Nakes di Sorong Terpapar Covid-19, Rumah Sakit dan 3 Puskesmas Ditutup

30 Nakes di Sorong Terpapar Covid-19, Rumah Sakit dan 3 Puskesmas Ditutup

Regional
'Tiba-tiba Ada Mobil Oleng dan Menabrak Mereka, Istri Saya Langsung Meninggal'  

"Tiba-tiba Ada Mobil Oleng dan Menabrak Mereka, Istri Saya Langsung Meninggal"  

Regional
Detik-detik Keluarga Pengemis Ditabrak Mobil Saat Gelar Tikar Duduk di Pinggir Jalan

Detik-detik Keluarga Pengemis Ditabrak Mobil Saat Gelar Tikar Duduk di Pinggir Jalan

Regional
Terobos IGD Covid-19 di Bali, WNA Ini Mengamuk dan Nyaris Pukul Dokter, Ini Penyebabnya

Terobos IGD Covid-19 di Bali, WNA Ini Mengamuk dan Nyaris Pukul Dokter, Ini Penyebabnya

Regional
Diduga Kampanye Terselubung, Calon Bupati Petahana di Ogan Ilir Dilaporkan ke Bawaslu

Diduga Kampanye Terselubung, Calon Bupati Petahana di Ogan Ilir Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
Soal Dangdutan yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal, Ini Penjelasan Wali Kota ke Ganjar

Soal Dangdutan yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal, Ini Penjelasan Wali Kota ke Ganjar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X