Kompas.com - 07/06/2016, 17:12 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

BOGOR, KOMPAS.com - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian berencana membangun Taman Teknologi Pertanian (TTP) di 100 kabupaten dan Taman Sains Pertanian (TSP) di 34 provinsi hingga tahun 2019.

Pembangunan TTP dan TSP di sejumlah daerah di Indonesia itu bertujuan mendorong potensi pertanian dengan mengedepankan komoditas unggulan di daerah masing-masing.

"Idealnya di setiap kabupaten ada, khususnya TTP. Dengan adanya otonomi daerah, pemerintah daerah berkewajiban untuk mendorong potensi pertaniannya," ujar Kepala Balitbang Pertanian Muhammad Syakir di Bogor, Selasa (7/6/2016).

TTP merupakan sebuah kawasan pertanian yang dibangun untuk mengimplementasikan inovasi aplikatif berbasis komoditas lokal yang matang dari hulu ke hilir.

Adapun TSP merupakan kawasan pertanian yang dibangun sebagai wahana penelitian, pengkajian, pengembangan dan penerapan inovasi pertanian sekaligus sebagai etalase dan tempat peningkatan kapasitas pelaku pertanian.

TSP lebih ideal dibangun di daerah yang lebih dekat dengan instansi penelitian dan pengembangan pertanian.

"Cara efektif untuk meningkatkan daya saing sumber daya komoditas lokal, tentunya harus ada inovasi," kata Syakir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada 2015, Balitbang Pertanian telah membangun 16 TTP di 11 provinsi. Setiap TTP mengaplikasikan inovasi teknologi terhadap potensi pertanian lokal.

TTP Cikajang di Garut, Jawa Barat, misalnya, mengonsentrasikan potensi buah jeruk dan domba garut sebagai objek penerapan inovasi. TTP ini juga mencakup kegiatan hilir berupa pengembangan jaringan pemasaran dan perbaikan kualitas bibit.

Pada 2016, Balitbang sedang menggarap pembangunan 10 TTP di sembilan provinsi, antara lain di Sulawesi Tenggara, Riau, Jambi, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Bali.

Adapun TSP, Balitbang telah membangun enam TSP di enam provinsi.

"TSP dan TTP ini tidak hanya dapat dibangun oleh Kementerian Pertanian. Bisa oleh swasta atau pemerintah daerah yang ingin mendorong potensi pertaniannya dengan berbasis inovasi," kata Syakir.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X