Kompas.com - 02/06/2016, 07:39 WIB
|
EditorErlangga Djumena

LOMBOK BARAT, KOMPAS.com - Wayang Sasak merupakan satu dari beragam kesenian tradisional yang ada di Lombok. Selain dinikmati sebagai seni pertunjukan, wayang kulit kini banyak dilirik penikmat seni dari luar negeri.

Seperti wayang Sasak karya Amaq Darwilis asal Dusun Gunung Malang, Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Wayang hasil karyanya sudah sampai hingga Jerman, Jepang dan Amerika Serikat.

Saat ini, Darwilis juga tengah membuat satu set wayang untuk Museum Nasional Indonesia. "Kalau orang luar pesan, mereka lebih suka tokoh-tokoh wayang kiri," kata Amaq dalam silaturahim dengan rombongan Sekolah Pedalangan Wayang Sasak.

Amaq merupakan salah satu penatah wayang di Lombok yang hingga saat ini masih bertahan membuat wayang. Wayang buatannya memiliki ciri khas tersendiri dengan warna-warni mencolok, halus, dan rapi.

Dia mengaku mulai mengenal wayang dari sang ayah yang dulu kondang sebagai dalang. Awalnya ia hanya melihat dan memperhatikan cara membuat wayang. Sampai pada akhirnya dia mencoba membuat wayang pertamanya sendiri.

"Pertama buat wayang tokoh lucon-lucon itu tempat kita belajar," kenang Amaq.

Mulai beranjak remaja, Amaq pun mulai tekun menggeluti dunia menatah wayang. Untuk membuat satu tokoh wayang, dibutuhkan waktu 5-7 hari. Dimulai dari pemilihan kulit, menjemur, membuat sketsa, hingga menatah dan mewarnai wayang.

"Yang paling sulit wayang-wayang kiri sama wayang perempuan, paling lama kita buat," katanya.

Dia mengatakan, ada sekitar 150 tokoh pewayangan dalam wayang Sasak. Beberapa di antaranya Raja Kiusnendar, Munda Wuktur, Minalodra, Jenggi, Samasrawi, Raden Maktal, Selandir, Munigarim, Amir Hamzah, dan Umarmaya.

Namun meski sudah mahir membuat wayang, tidak setiap hari pesanan datang padanya. Jika sedang sepi order, Amaq biasanya akan kembali bertani untuk menyambung hidup. "Ndak tentu, kadang-kadang hanya pesan satu biji, dua biji," kata dia.

Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Amaq mulai gelisah. Sebab, hingga kini belum ada generasi muda yang akan meneruskan keahliannya sebagai penatah wayang. Termasuk kedua anaknya yang memilih menggeluti bidang lain.

Dia berharap, nantinya akan ada generasi penerus yang mau mengikuti jejaknya sebagai penatah wayang. Agar keberadaan wayang sasak tidak punah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.